Untuk memahami manusia, para psikolog mengembangkan berbagai cara untuk menilai kepribadian atau sifat-sifatnya. The Big Five Personality Traits tidak mencari tipe kepribadian seperti Myers-Briggs Type Indicator, tetapi menilai subjek berdasar 5 sifat yang disingkat OCEAN: openness to experience, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism.

Tiap sifat tersebut dibagi lagi menjadi 6 sub-sifat, yang masing-masing dinilai. Skor yang didapat dari tiap sifat ini dipelajari dan dikaitkan dengan kepribadian subjek.

Kamu bisa mengambil tes ini secara daring. Ada versi asli yang memiliki 300 pertanyaan, dan versi ringkas dengan 120 pertanyaan.

Berikut adalah 5 sifat dan hal-hal yang telah dipelajari para psikolog berdasar skor yang didapat subjek, seperti dilansir bigthink.com yang merupakan laporan hasil tes IPIP-NEO:

Openness to Experience

Skor yang didapatkan dari sifat ini mengindikasi keterbukaan subjek terhadap pengalaman baru: memisahkan orang-orang imajinatif dan kreatif dari orang-orang yang lebih konvensional. Sub-sifat yang terdapat dalam sifat ini adalah:

Imagination – mampu berimajinasi yang luas
Artistic interests – tertarik dan menganggap penting seni
Emotionality – merasakan emosi secara mendalam
Adventurousness – lebih menyukai ragam daripada kegiatan rutin
Intellect – menyukai masalah-masalah kompleks
Liberalism – lebih berani menantang kebiasaan, konvensi dan kekuasaan

Orang-orang yang mendapat skor tinggi pada kategori ini dinilai kreatif, suka menemukan hal-hal baru, dan memikirkan konsep dan pengalaman secara mendalam. Sebaliknya, orang-orang dengan skor rendah dinilai lebih konvensional, dan memiliki ketertarikan yang lebih sempit.

Conscientiousness

Kategori sifat ini menilai subjek berdasar bagaimana cara dia mengendalikan keinginannya. Karakter ini adalah salah satu indikator penting kecerdasan manusia yang perlu memikirkan konsekuensi jangka panjang. Sub-sifat yang terdapat dalam kategori ini adalah:

Self-efficacy – kepercayaan diri untuk mencapai tujuan
Orderliness – kemampuan untuk mengorganisir rutinitas dan jadwal
Dutifulness – rasa tanggung jawab
Achievement-striving – kebutuhan untuk mencapai kesuksesan, dan sebagai konsekuensi, berusaha keras untuk mendapatkannya
Self-discipline – kemampuan untuk mendisiplinkan diri
Cautiousness – kemampuan untuk berpikir jangka panjang sebelum bertindak

Orang-orang yang mendapat skor tinggi dalam kategori sifat ini adalah pekerja keras, dan bisa diandalkan. Orang-orang yang sering membuat keputusan dengan impulsif mendapat skor rendah dalam kategori ini.

Karena kepemimpinan memerlukan rencana jangka panjang, orang-orang yang memiliki sifat ini seringkali menjadi pemimpin.

Extraversion

Karakter dari sifat ini adalah ketertarikan subjek pada objek-objek eksternal. Para ekstravert ingin mempengaruhi dan dipengaruhi kejadian-kejadian sekitar; ia merasakan hasrat untuk bergabung. Berikut adalah bagian-bagian dari sifat ini:

Friendliness – menunjukkan sikap positif terhadap orang lain, cepat berteman
Gregariousness – suka ditemani orang lain
Assertiveness – suka angkat bicara, memegang kendali dan memimpin
Activity level – memiliki kehidupan yang sibuk dan cepat
Excitement-seeking – mudah bosan
Cheerfulness – energik dan lebih sering merasakan emosi positif

Skor tinggi pada kategori ini mengindikasi bahwa subjek suka bersosialisasi dan tidak keberatan menjadi pusat perhatian. Karena ini, orang yang mendapat skor tinggi pada kategori ini berpotensi menjadi pemimpin.

Agreeableness

Orang yang agreeable lebih mudah menerima perbedaan pemikiran pribadi. Mereka melihat orang lain dengan optimistis: pada dasarnya semua manusia baik dan bisa dipercaya. Berikut adalah sub-sifat dari kategori ini:

Trust – mudah mempercayai orang lain, berasumsi kebanyakan orang berniat baik
Morality – tidak merasa perlu adanya manipulasi dalam bersosialisasi, jujur, dan ikhlas
Altruism – berpikir bahwa membantu sesama adalah kegiatan yang memuaskan
Cooperation – tidak menyukai perseteruan, rela berkompromi
Modesty – tidak sombong. Sifat ini bisa berasal dari rasa rendah diri, namun orang yang percaya diri pun bisa bersifat rendah hati.
Symphathy – berhati lembut dan penyayang

Orang-orang dengan skor agreeableness yang tinggi biasanya bersikap tenang dan menganggap penting kesetiaan. Sebaliknya, orang-orang yang disagreeable tidak mudah percaya dengan orang lain, dan lebih peduli pada diri sendiri.

Agreeableness yang tinggi baik untuk bersosialisasi, namun tidak terlalu baik untuk mengambil keputusan yang murni objektif. Dalam hal ini, orang-orang yang disagreeable lebih unggul.

Neuroticism

Neurosis digunakan oleh Freud untuk menandakan kondisi ketertekanan mental, penderitaan emosi, dan ketidakmampuan untuk menjalani kehidupan seperti biasa. Neuroticism mengindikasi kecenderungan merasakan perasaan yang negatif. Berikut adalah indikator-indikator dalam kategori sifat ini:

Anxiety – sering khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi, mudah tegang
Anger – mudah marah
Depression – cenderung mudah sedih, dan kehilangan semangat
Self-consciousness – sensitif dengan opini orang tentang dirinya
Immoderation – sulit menahan impuls, mencari kesenangan jangka pendek
Vulnerability – merasa panik, kebingungan, dan rasa kehilangan harapan

Orang-orang yang mendapat skor rendah dalam kategori sifat ini tidak mudah terganggu secara emosional, dan cenderung lebih stabil. Sebaliknya, orang-orang dengan skor neuroticism yang tinggi lebih reaktif secara emosional.

Yang mengejutkan: orang-orang yang neurotis lebih mungkin berswafoto dengan duckface.