Media sosial tengah digandrungi remaja di Indonesia, bahkan menjadi sesuatu yang tidak pernah bisa dilepaskan. Hal itulah yang melatarbelakangi acara bertajuk DIGIDAY, di Jakarta, Sabtu (21/01/2016).

DIGIDAY merupakan sebuah konferensi pertama untuk memberdayakan remaja, khususnya remaja perempuan dalam penggunaan media sosial. Mengingat, berbagai riset terbaru yang dikeluarkan menyatakan cyber bullying banyak dialami remaja di internet, terutama terjadi kepada perempuan. Bahkan menurut Work Research Institute umumnya perempuan di-bully atas penampilan dan jenis kelaminnya.

Perwakilan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, Mariana Amirudin, mengatakan kekerasan yang dialami perempuan tidak pernah lepas dari fisik.

“Kalau cowok biasanya lebih ke personal, kemampuan, bakat, atau pemikirannya saja,” kata Mariana saat menjadi pembicara di DIGIDAY.

Mariana juga menyebut saat ini 1 dari 3 perempuan pernah mengalami pelecehan seksual. Pun dengan fenomena mengatasnamakan “kerelaan” yang kerap terjadi.

“Perempuan dalam budaya kita ibarat barang. Kalau dia ingin melakukan sesuatu orang akan rela enggak rela. Kadang perempuan tidak pernah dibiarkan dijadikan dirinya sendiri. Ke-hakiki-an perempuanlah yang harus dipahami. Karena dia memang hakikatnya sebagai manusia,” tuturnya.

Selain itu dalam acara tersebut juga para peserta dibekali bagaimana menggunakan media sosial secara lebih kreatif melalui tiga sesi konferensi seperti “How To Make Funny Content”, “Empower Your Beauty Soul”, dan “Behind The Perfect Life Social Media”. Acara yang diselenggarakan cewekbanget.id ini juga dihibur oleh Samolese dan Night Flight.