Secara sederhana, satuan waktu bisa dibagi menjadi tiga: yang telah lalu, saat ini, dan masa depan nanti. Menutup masa lampau bukan tindakan yang salah, tapi membuka kembali ingatan celoteh cita-cita ingin menjadi dokter, insinyur, pilot, bahkan presiden, saat masa kanak-kanak adalah hal yang lumrah.

Seiring bertambahnya usia, maka bertambah pula persoalan yang dihadapi. Begitu pula dengan jalan untuk merealisasikan impian sejak cilik. Membuka jalan untuk merangkai masa depan bukan lagi sekadar berujar. Tak jarang kadar idealis mesti diturunkan sedikit, demi mendapat pijakan yang lebih realistis. Dalam hal ini, sikap dan mental menjadi penentu. Kerap kali kita dengar kalimat “hidup itu keras”. Pernyataan tersebut muncul memang benar karena keadaan atau hanya karena kita yang terlalu lunak?

Menyinggung masa lalu dan saat ini dapat dijadikan satu persoalan. Tapi membicarakan masa depan, itu lain persoalan. Hubungan sebab akibat antara usaha dan hasil menjadi peran kunci dalam hal ini. Untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan tidak dapat diraih dengan cara yang instan. Meski begitu, ada hal-hal sederhana yang barangkali bisa kita terapkan:

Mencari bakat terpendam dalam diri

Selain pertanyaan “berapa jumlah sekrup yang ada di pesawat F16?”, yang sulit dijawab adalah “bakat apa yang kau miliki?”. Jika hal tersebut masih belum terjawab, penggalian masih terlalu dangkal. Jangan biarkan bakat hanya terpendam. Penemuan dan pengembangan yang efektif kelak akan berguna dalam kehidupan.

Lakukan apa yang menjadi hobi/minat

Adakah manusia di dunia ini yang tidak memiliki hobi? Memaksakan diri mengerjakan yang tidak disukai bukanlah hal yang menggembirakan. Boleh jadi hasilnya tidak maksimal. Menekuni hobi bisa menjadi salah satu alternatif pembuka jalan kesuksesan. Karena hal yang paling menyenangkan adalah hidup dari hobi. Bukankah begitu, anak muda?

Kerja sama

Sebagai mahkluk sosial, kita tidak bisa hidup tanpa adanya orang lain dan hal tersebut juga berlaku dalam dunia pekerjaan kelak di masa depan. Kekuatan tim yang kompak akan mempercepat setiap tujuan tercapai bila dibandingkan berkerja seorang diri. Kerja sama pada dasarnya sudah dilakukan sejak menyontek mengenyam bangku pendidikan. Meski seringkali yang kerja hanya sebagian dari tim saja. Namanya juga hidup.

Temukan mentor terbaik

Meskipun faktor utama dalam meraih masa depan terletak pada setiap individu, namun keberadaan mentor juga tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Kualitas mentor ikut berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, di mana mentor yang baik biasanya mampu membangkitkan semangat dan menemukan bakat anak didiknya untuk kemudian diarahkan menuju bidang profesi yang dipercaya membuka jalan kesuksesan.

Tentukan tujuan secara lebih detail

Rencana tanpa aksi itu omong kosong, aksi tanpa rencana itu tidaklah efektif. Membuat rencana-rencana dalam hidup berserta target waktu pencapaian seringkali membantu. Satu hal yang perlu diingat, rencana yang baik harus didukung oleh pelaksanaan, supaya cita-cita tidak sekadar menjadi impian belaka.

Pantang Menyerah

Menjadi krusial, karena dapat menentukan kesuksesan seseorang di masa depan dalam proses menggapai cita-cita. Semua poin-poin yang telah disampaikan tidak akan berguna bila tidak ada sikap pantang menyerah pada diri anak muda Indonesia.

Barangkali poin-poin itu yang dapat kita laksanakan saat ini dan telah digunakan orang-orang sukses dalam kehidupannya. Tidak ada yang tidak mungkin bila kita ingin meraih setiap cita-cita dan masa depan yang cerah, asalkan kita mampu konsiten dalam menerapkan keenam tips bermanfaat tersebut.