Tepat pada hari ini, 6 Februari 2017, Pramoedya Ananta Toer berusia 92 tahun. Pram, begitu sastrawan ini kerap dikenal, menjadi ilustrasi yang bisa kita temui di Google Doodle hari ini. Ia digambarkan sebagai pria berambut putih, berkacamata, dan mengenakan kaus putih. Ia sedang bekerja dengan mesin tik yang memang akrab dengan pribadinya.

Meski pria kelahiran Blora ini sudah tutup usia pada 31 April 2006 lalu, karya-karyanya tetap menjadi sejarah. Apalagi, karya yang ditulisnya –novel, jurnal, hingga kronik sejarah— tak jarang bersinggungan dengan pemerintah.

Maka, tak heran apabila semasa hidupnya, Pram akrab dengan kehidupan penjara. Bahkan, ia pernah hidup di balik jeruji besi selama 14 tahun di Pulau Buru, Maluku. Kita pun mengenal Tetralogi Buru yang ditulisnya. Ada Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, serta Rumah Kaca. Ini merupakan salah satu karya sastra Pram yang paling populer, bahkan hingga ke mancanegara.

Ya, semasa hidupnya, banyak pelajaran berharga yang bisa kita dapatkan darinya, yang tentu saja masih ada relevansinya dengan zaman sekarang. Lewat tulisan dan pemikirannya, Pram mengajarkan kita soal pentingnya kebebasan, kehidupan, pendidikan, kemanusiaan, hingga kebijaksanaan. Sepuluh di antaranya kami rangkum dalam kutipan berharga yang pernah dilontarkan Pramoedya Ananta Toer:

1. “Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri.”

2. “Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan.”

3. “Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.”

4. “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?”

5. “Berterimakasihlah pada segala yang memberi kehidupan.”

6. “Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang-orang lain pandai.”

7. “Kau akan berhasil dalam setiap pelajaran, dan kau harus percaya akan berhasil, dan berhasillah kau; anggap semua pelajaran mudah, dan semua akan jadi mudah; jangan takut pada pelajaran apa pun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua.”

8. “Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.”

9. “Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri.”

10. “Kehidupan lebih nyata daripada pendapat siapa pun tentang kenyataan.”