Tentang

Kekerasan terhadap anak masih banyak ditemui di Indonesia dalam berbagai wujud. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah kekerasan verbal (berupa ucapan dan kata-kata) yang, sayangnya, seringkali dianggap ‘biasa’ oleh banyak orang. Teknologi informasi dan komunikasi yang terus melaju pesat juga membuat fenomena kekerasan verbal semakin menjamur karena anonimitas yang dapat diperoleh di dunia maya. Action! #BreaktheChain percaya bahwa akar dari masalah kekerasan verbal terhadap anak ini adalah minimnya rasa toleransi terhadap perbedaan dan keberagaman.

Berangkat dari kepedulian tersebut, Allied Children against Violence (Action!) didanai oleh Young Southeast Asian Leaders Initiatives (YSEALI) Seeds for the Future Grant dari United States Department of State, menjalankan misi untuk mempromosikan toleransi sebagai alat memerangi kekerasan terhadap anak. Rangkaian kegiatan kami didahului oleh Grand Launching Event bertajuk “Embracing Tolerance: An Action! towards Zero Violence in Indonesia”, kampanye publik, serta lokakarya di sekolah-sekolah mitra kegiatan kami di Jakarta dan Bandung untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi upstander di lingkungan sekitarnya sebagai garda terdepan dalam memerangi kekerasan terhadap anak.