Penggagas Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, KIBAR, berkolaborasi dengan Bank Bukopin untuk mendukung percepatan ekosistem startup Indonesia dan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), di Gedung Kominfo, Jakarta, Kamis (02/03/2017). Kolaborasi in bertujuan untuk mewujudkan visi dan komitmen pemerintah demi menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Latar belakang kolaborasi ini melihat data dari Bank Indonesia yang menyebut ada potensi permintaan pendanaan dalam negeri yang mencapai Rp 1.600 triliun. Sedangkan, sampai saat ini, hanya Rp 600 triliun yang mampu disediakan perbankan Indonesia. Kemudian dari sisi pengguna internet, Indonesia diprediksi akan mencapai 150 juta penguna pada 2020.

Peluang itulah yang menjadi salah satu faktor tumbuh suburnya para pelaku perusahaan rintisan untuk mengembangkan financial technology (fintech) di Indonesia. Tidak hanya dari sisi pendanaan, tapi juga pembayaran, investasi, perencanaan keuangan pembanding produk keuangan, hingga riset keuangan.

Chief Executive KIBAR, Yansen Kamto, mengatakan kolaborasi ini diharapkan dapat saling bersinergi dan memberi dampak besar terhadap ekonomi digital di Indonesia.

“Kerja sama Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan Bank Bukopin merupakan langkah strategis untuk membantu startup digital khususnya di bidang fintech agar dapat tumbuh subur. Saya berharap melalui kolaborasi ini kami dapat berkontribusi besar untuk mewujudkan Indonsia menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Asia,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Bukopin, Glen Glenardi menyatakan kesiapannya mendukung Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. “Kami menyiapkan diri dari berbagai lini, untuk menyambut dan memanfaatkan berbagai peluang dan kesempatan untuk menciptakan lebih banyak pelaku startup fintech yang mampu memberikan solusi untuk Indonesia,” ujarnya.

“Kita akan menyiapkan co-working space di 10 kota terlebih dahulu. Soal investasinya tergantung dari dari co-working space tersebut,” tambah Direktur Pengembangan Bisnis dan Teknologi Informasi, Bank Bukopin, Adhi Brahmantya.

Kolaborasi kedua belah pihak tidak hanya sampai di situ. KIBAR dan Bank Bukopin membangun sebuah program bernama BNVLabs, sebuah program terintegrasi yang mendorong berkembangnya ekosistem fintech di Indonesia dengan tujuan menumbuhkan lebih banyak startup fintech yang mampu menciptakan solusi kolaboratif bersama-sama dengan para katalis bagi para startup founder, kreator, dan kolaborator demi menciptakan solusi di bidang finansial.

BNVLabs pun fokus pada tiga elemen utama yakni People, Program, dan Place. Pada elemen People BNVLabs membangun tim inovasi untuk mendorong transformasi internal dan menghubungkan Bank Bukopin dengan para pelaku yang memiliki kesamaan visi.

Lalu pada fokus Program, BNVLabs menjalankan program inkubasi startup dengan fokus utama untuk mengintegrasikan solusi digital yang dapat memaksimalkan sistem perbankan yang sudah berjalan saat ini. Sedangkan untuk Place, akan didirkan co-working space sebagai wadah berkolaborasi dari berbagai bidang.

Dengan hadirnya program ini tentu menjadi harapan semakin banyak Anak Muda Indonesia menjadi agen perubahan untuk berkontribusi secara maksimal di industri fintech.