Penggunaan internet sudah menjadi konsumsi sehari-hari bagi generasi millennial. Pemakaian internet pun tidak dapat dipisahkan dengan pemakaian media sosial yang kini sudah bagaikan bahan bakar bagi para anak muda untuk mendapatkan energinya hanya dengan bermodalkan listrik, gadget dan paket internet (bisa memakai wifi untuk kasus tertentu).

Penggunaan media sosial pun kerap menimbulkan beberapa masalah di tengah isu-isu yang beredar, salah satunya perdebatan di dunia maya. Beberapa kali saya diminta agar memberi kiat bagi anak muda untuk melakukan perdebatan, dan kali ini saya akan memberi kiat-kiat bagi kalian yang ingin berdebat dengan pengguna media sosial lain:

Pastikan punya media sosial

Hal yang paling penting dan utama adalah kamu harus mempunyai media sosial dan segala elemen perlengkapan lainnya. Kurangnya perlengkapan ini hanya akan membuat kamu uring-uringan karena tidak ada yang bisa dilakukan.

Kumpulkan nyali dan sumber argumen

Sebelum mencari lawan, kumpulkan nyali dan sumber argumen untuk melakukan serangan. Perdebatan acap kali bermula dari salah satu sisi yang bernyali cukup tinggi –karena merasa lebih aman di internet–, maka nyali itu harus berasal darimu!

Ingat, jangan memulai perdebatan tanpa sumber argumen yang jelas, karena tanpanya kamu hanya akan terlihat seperti warganet mainstream lainnya.

Cari lawan Debatmu

Melihat pengguna lain yang berbeda pendapat denganmu? Merasa pendapatmu lebih benar darinya? Dan merasa tertantang untuk mengeluarkan argumenmu? Hajar!

Baca doa

Jangan pernah sekalipun melakukan sebuah aktivitas tanpa berdoa sebelumnya, termasuk dalam debat dengan warganet lainnya.

Esekusi!

Setelah semua telah kamu lakukan, urungkan niatmu karena kamu tidak akan mendapatkan esensinya. Berdebat hanya akan memperkeruh suasana, memupuk dosa dan memecah belah persatuan. Jadi, saya sarankan bagi kamu untuk memosisikan diri sebagai anak muda yang mengedepankan rasionalitas tanpa harus menjatuhkan pihak lain. Cari jalan tengah dan ubah perdebatan menjadi ajang diskusi.

Pesan moral:

Perdebatan di media sosial hanya akan menimbulkan percekcokan –walau tanpa harus adu jotos bahkan untuk bertatap muka sekalipun– yang merugikan kedua belah pihak. Sebenarnya, perbedaan pendapat itu penting dan perlu dalam memunculkan dinamika kehidupan, namun harus diiringi dengan kedewasaan dan kebijaksanaan dari semua pengguna sehingga tidak perlu terciptanya sebuah perdebatan. Perbedaan pendapat yang sehat adalah diskusi untuk menemukan jalan tengah, bukan untuk saling menjatuhkan.