Seiring bertambahnya usia, banyak hal-hal yang berubah saat kita menjalani dan memaknai bulan Ramadan. Jika dibandingkan, euforia Bulan Ramadan saat kita duduk di masa kecil tentu berbeda dengan sekarang.

Salah satu paling diingat di bulan Ramadan biasanya saat sekolah mulai membagikan buku Kegiatan Ramadan yang mengharuskan para siswa untuk mencatat segala ibadah di bulan puasa, mulai dari puasa itu sendiri, tadarus, salat tarawih, dan psati ingat dong masa-masa antre dan berebut tanda tangan sang ustaz.

Nah masih ada lagi nih beberapa hal yang bikin kita kangen Ramadan di waktu kecil, seperti:

Perang sarung

Ini dia yang suka membuat kita melewatkan ceramah saat tarawih: perang sarung. Bukannya siap mencatat, dahulu sebagian dari kita malah bergegas ke halaman masjid yang merupakan titik temu seluruh anak-anak sebaya yang tarawih di hari itu. Sarung dan peci pun berubah fungsi menjadi perangkat perang sabet sarung melawan anak-anak RT sebelah yang kenal pun belum. Sakit sedikit tak jadi masalah, pada akhirnya selain kemenangan, teman baru pun biasanya didapat dari perang ini.

Serbu jajanan di depan masjid!

Entah kebetulan atau bagaimana, lokasi perang sarung memang biasanya berdekatan dengan aneka jajanan yang berada di sekitar masjid. Saat kita kecil, secara tidak sadar kita sudah melariskan jajanan yang sasaran awalnya ialah para jemaah seusai tarawih, karena bahkan sebelum tarawih selesaipun kita sudah mulai membeli jajanan tersebut.

Ritual sehabis tarawih

Meskipun sudah jajan ditengah-tengah ceramah pak ustaz, bukan berarti ritual mengunjungi pasar malam seusai tarawih dilewatkan bukan?

THR yang dulu bukanlah yang sekarang

Ini dia yang paling dirindukan dari masa kecil kita. THR berupa uang bersih tanpa lipatan dengan wangi khas uang baru yang terbungkus di amplop dari om, tante, kakek, nenek, tetangga, maupun rekan kerja orangtua yang jumlahnya pun lebih dari cukup untuk beli mainan baru yang sudah kita impikan berbulan-bulan lamanya.

Jangan dibandingkan dengan THR yang kita terima di usia  sekarang ini, karena katanya kita tidak suka dibanding-bandingkan, maka jangan pula membandingkan THR kita dulu dengan yang sekarang, ya.