Remaja seumuran saya -anak SMP- memang emosinya lagi labil alias tidak stabil. Anak SMP memang umur yang emosinya sedang diuji. Dibilang anak kecil, mereka udah bukan anak kecil lagi, udah bukan anak SD lagi, udah merasa besar. Tapi dibilang udah dewasa juga masih belum cukup umur.

Tapi saya mulai heran dengan kelakuan anak SMP jaman sekarang. Sungguh. Suatu hari saya pernah bertemu dengan teman saya (yang seumuran), saya hari itu sedang jalan-jalan dengan teman saya yang lain, kemudian saya menghampiri teman saya itu, dan kagetnya, mereka sedang merokok.

Mungkin kalian sudah biasa denger anak SMP merokok. Tapi lihatlah, jaman orang tua kita masih SMP, tidak ada yang merokok. Kakak saya yang sudah kuliah juga mengatakan dulu keadaannya anak-anak SMP merokok cuma untuk coba-coba. masalahnya teman saya ini sudah merupakan perokok aktif.

Yang lebih mengejutkan, saya baru mengetahui ada kenalan saya yang lebih muda dari saya juga merokok, dan parahnya dia adalah perempuan.

Oke, mari kita ke topik berikutnya agar tulisan ini tidak membosankan.

Saya juga mendengar kabar (yang saya belom tau kepastiannya 100%) bahwa ada seseorang yang masih SMP sudah pernah ‘bersetubuh’ dengan pacarnya. Saya kira disini sudah benar-benar mencapai limit siswa SMP normal.

Di sini saya ingin memberi tau buat para remaja-remaja yang lebih muda/lebih tua daripada saya yang masih berstatus siswa sekolah/dalam status belum menikah. Hargailah diri kalian sendiri!

Pertama, kalian ini (termasuk saya dan Anda yang membaca) adalah penerus bangsa. Kita membawa nama baik kita sendiri, nama baik orang tua, nama baik sekolah, nama baik bangsa! Jangan kotori nama-nama tersebut, rasa malu dan hinaan akan selalu mengikuti apabila kalian melakukannya. membuat nama baik kotor itu mudah sekali, namun membuat nama itu baik kembali, tidak semudah itu!

Lagi pula, apa gunanya merokok? Terutama di usia kita yang masih sangat muda! Paru-paru kita sudah rusak di umur yang masih muda, cuma untuk gaya-gaya? Usia-usia SMP seperti ini belum bisa mengontrol berapa banyak batang yang akan diisap per hari.

Apalagi kalau orang-orang dewasa mengetahui kalau anak SMP zaman sekarang sudah berlagak seperti itu, kita semakin tidak dihargai, suara-suara kita tidak akan didengar karena orang-orang dewasa akan semakin meremehkan kita!

Pesan penting untuk para perempuan muda (karena saya adalah perempuan): jangan melepaskan keperawanan kalian dengan begitu mudah. Keperawanan itu sangat berharga, jangan berikan pada laki-laki yang belum tentu mau bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu kepada. Mungkin kalian akan menikah dengan usia yang sangat muda karena si perempuan akan hamil. Tapi bagaimana dengan biaya sang anak dan keluarga? Apakah si laki-laki bisa membiayai semua itu dengan umur yang sangat muda?

Kemudian untuk para perempuan lagi. Mungkin kalian mengganggap perempuan merokok itu ‘keren’ dan sangat ‘in‘, tapi sesungguhnya laki-laki tidak suka perempuan merokok, kesannya perempuan itu murahan dan tidak berarti di mata laki-laki. Lagi pula, merokok itu tidak baik buat kecantikan!

Kalian mungkin merasa tulisan saya ini sudah sering sekali dimuat di majalah-majalah. Tapi saya menulis ini BUKAN karena majalah-majalah. Melainkan dari pengalaman pribadi saya 🙂

Catatan: Artikel ini merupakan bagian dari arsip MUDAzine yang kami terbitkan kembali.

Kanal Opini merupakan wadah tulisan-tulisan Anak Muda di Indonesia yang ingin menuangkan sekaligus turut berbagi tentang fenomena atau isu di sekitarnya. Bergabunglah dengan kontributor IndonesiaYouth.org sekarang juga!