Tahun ajaran baru akhirnya sudah menyambut kembali. Ada yang senang karena bisa bertemu teman-teman lagi namun tidak banyak juga yang mengaku masih merasa “belum puas” liburan dan memulai tahun ajaran baru dengan sedikit malas-malasan. Dimulai dari perkara liburan, banyak yang mulai membanding-bandingkan sekolah dengan kuliah. Katanya, jadi mahasiswa itu lebih enak daripada jadi siswa. Benarkah?

Selamat tinggal seragamku.

Sekolah, terutama di Indonesia memang masih sangat identik dengan penggunaan seragam di setiap harinya. Banyak yang merasa seragam sedikit menghambat ekspresi diri dalam hal berpakaian, sehingga banyak sekali siswa yang ingin buru-buru kuliah karena bisa berpakaian sesuai keinginan mereka setiap harinya.

Tetapi, tahukah kalian bahwa hal ini tidak selamanya menyenangkan? Ada hari-hari di mana kegalauan memilih seragam bisa sama lamanya dengan kegalauan melupakan sang mantan, dan ada pula hari-hari di mana kita merasa malu setengah mati karena asal ambil pakaian yang ternyata terlalu menarik perhatian.

Disaat-saat seperti itu, kadang mahasiswa merindukan seragamnya yang sudah ditetapkan tiap harinya, yang sedikit mengurangi beban pikiran diantara tugas yang menggunung.

Belajar lebih spesifik sesuai minat.

Berbeda dengan mata pelajaran di sekolah yang bisa dibilang sangat beragam dan terasa banyaknya bukan main, saat kuliah kita akan mempelajarai hal yang lebih spesifik, fokus kepada apa yang akan kita tekuni.

Bisa dibilang mahasiswa sedikit terbebaskan dari mata kuliah yang kurang disukai dan menghabiskan lebih banyak waktu mempelajari hal yang memang diminati. Namun, setelah dijalani bukan berarti belajar di kuliah lebih ringan dibandingkan sekolah lho..Mata kuliah yang lebih spesifik meskipun lebih sedikit tidak berarti beban seorang mahasiswa berkurang.

Memang, mata kuliah yang dipelajari lebih terarah ke bidang yag disukaimm, namun tuntutan untuk memahami secara mendalam bisa saja membuat mahasiswa sedikit membeci mata kuliah yang dahulu menjadi pelajaran favorit di bangku sekolah.

Selain itu rasa bosan juga kadang melanda saat beberapa materi seperti selalu berujung ke hal yang “itu-itu lagi”.

Teman yang katanya lebih banyak.

Pertemanan merupakan hal yang mengalami perubahan cukup signifikan, antara saat berada di bangku sekolah dan kuliah. Hubungan antarangkatan biasanya menjadi lebih fleksibel saat kuliah, karena antarangkatan memungkinkan untuk mengambil mata kuliah yang sama. Antarmata kuliah pun penghuni kelas bisa berbeda-beda, yang memberikan suasana baru di tiap mata kuliahnya.

Selain itu, masa adaptasi kampus serta kepanitiaan tingkat kampus yang melibatkan teman-teman lain jurusan dan fakultas membuka kesempatan yang lebih besar untuk mengenal lebih banyak orang baru dibandingkan saat kita berada di bangku sekolah.

Di samping segala kelebihan tersebut, ada hal-hal yang bisa jadi sangat berbeda, bahkan kurang menyenangkan, jika dibandingkan pertemanan yang terjalin di masa sekolah. Karena segala kegiatan baik akademis maupun non-akademis di perkuliahan yang melibatkan lebih banyak orang, pertemanan yang terjalin terkadang tidak se-intens dan sedekat yang terbentuk saat di bangku sekolah.

Banyak yang merasa kesulitan mencari sahabat di bangku kuliah, karena tak sedikit teman yang hanya datang saat butuh belajar bersama atau karena “terpaksa” berada di bidang yang sama dalam suatu kepanitiaan, berbeda dengan teman sekolah yang memang katanya suka duka sudah dijalani bersama. Pada akhirnya memang setiap hal memiliki plus minus nya yaa ternyata.

Liburan panjang hingga lupa hari, murni liburan kah?

Tidak seperti libur akhir tahun ajaran di jenjang sekolah yang rata-rata hanya 2 minggu, libur akhir semester di jenjang kuliah biasanya “dijadwalkan” berlangsung lebih dari satu bulan atau bahkan lebih. Panjangnya masa liburan mahasiswa memang selalu membuat iri penyandang status siswa.

“Enak ya bisa liburan ke berbagai tempat tanpa diburu-buru! Enak ya banyak waktu untuk nonton serial tv sepanjang hari!”

Perlu diketahui bahwa liburan tersebut tidak seperti yang kita bayangkan saat kita masih duduk di bangku sekolah. Liburan panjang bukanlah sekedar “hadiah” bagi mahasiswa. Liburan seorang mahasiswa tak jarang dipenuhi oleh tugas membaca yang diberikan para dosen sebagai referensi semester berikutnya, atau digunakan untuk mengambil semester pendek, entah mengulang mata kuliah yang tidak mencapai batas kelulusan atau mengambil mata kuliah yang bisa “ditabung” untuk semester selanjutnya.

Sebagian besar mahasiswa juga menggunakan waktu liburannya untuk magang atau kerja praktik baik yang merupakan salah satu syarat kelulusan maupun sekedar menambah pengalaman sambil mencari uang jajan tambahan.

Lain pula ceritanya bagi mahasiswa tingkat akhir, yang sudah mulai merumuskan atau bahkan mengerjakan tugas akhir mereka di libur panjang tersebut, karena was-was akan minim nya waktu yang mereka miliki.

Jadi, liburan panjang seorang mahasiswa bukan sekedar balas dendam hari-hari kuliah yang kadang mencuri jam tidur, namun ternyata penuh dengan banyak hal yang masih harus dikejar diluar hari efektif kuliah. Yakin masih iri dengan liburan panjang mahasiswa? Hmm coba dipikir-pikir lagi, ya.

Semoga adik-adik sekolahan yang membaca pos ini bisa lebih mensyukuri nikmat yang masih kalian rasakan, atau tidak lagi iri sehingga buru-buru ingin meninggalkan bangku sekolah. Sementara bagi yang sudah tidak lagi duduk di bangku sekolah bisa sedikit mengenang masa-masa sekolahnya, hehehe