Instagram adalah salah satu media sosial terbesar sejagad dengan lebih dari 200 juta anggota aktif tiap bulannya yang membagikan 60 juta gambar atau foto dengan jumlah 1,6 miliar “like” per hari. Tak hayal, banyak hal bisa dieksplorasi melalui media sosial itu.

Kehadiran Instagram memang cukup mengejutkan, terutama untuk pemasaran. Berdasarkan survei Forrester tahun 2014, Instagram berhasil menggebrak dunia pemasaran dengan tingkat keterlibatan masyarakat dengan sebuah brand yang lebih tinggi ketimbang media sosial lain. Bahkan, 58 kali lipat lebih tinggi dibanding Facebook sendiri.

Melihat itu, artinya ada banyak yang bisa dimanfaatkan melalui Instagram. Meski, perlu kiat-kiat khusus agar Instagram menjadi ‘powerfull‘ sesuai keinginan kita.

Berikut kiat-kiat meningkatkan jumlah dan keterlibatan followers:

Tagar offline

kredit: pixabay

Katakanlah #Onthegarage adalah sebuah tagar khusus yang akan digunakan untuk memperkenalkan dan menjual sebuah produk. Namun perlu diperhatikan, kalau tagar itu tak cukup bila diperkenalkan di Instagram saja. Butuh cara lain untuk memperkenalkan tagar itu.

Perkenalkan tagar tersebut di banyak medium secara offline. Misalnya, lewat baju, brosur, spanduk, billboard, televisi, atau radio lalu integrasikan semuanya. Jangan pernah berharap tagarmu ditemukan orang lain kalau hanya berputar di Instagram saja. Itu dirasa cukup sulit.

Kreatif menggunakan tagar

kredit: pixabay.com

Ada banyak cara kreatif mengembangkan sebuah tagar. Misalkan, buatlah sebuah cerita lucu, menyedihkan, atau menyentuh dan campurkan cerita itu dengan tagar.

Kombinasi tagar

kredit: Instagram/IndonesianYouth

Pertama, pastikan penggunaan tagar sangat berhubungan dengan apa yang ditampilkan. Contoh, tagar #tourandtravel sangat pas digunakan untuk penyedia jasa perjalanan. Kemudian, tidak ada salahnya menambahkan dengan tagar yang sedang atau biasa ramai di Instagram. Tagar #instagood atau #photooftheday, misalnya.

Bio

kredit: Instagram/IndonesianYouth

Ini adalah cara satu-satunya untuk mengarahkan followers ke situs. Tetapi, jangan hanya dipajang begitu saja dan mengalamatkan ke halaman muka situs. Ubahlah, setidaknya, satu minggu sekali dengan artikel-artikel atau informasi terkait produk kamu yang baru.

Deskripsikan gambar

kredit: pexels.com

Memang, gambar yang baik adalah gambar yang berbicara. Tetapi akan lebih baik kita menjelaskan juga gambar apa yang diunggah dengan cara deskripsi.

Bila akun kamu lebih banyak mengunggah sebuah informasi, mungkin akun Instagram National Geographic bisa menjadi refrensi. Akun itu selalu mendeskripsikan sebuah gambar unggahannya dengan baik, jelas, dan ringkas.

Kedekatan

kredit: pixabay.com

Selain mendeskripsikan keterangan gambar atau foto, menggunakan bahasa yang sesuai dengan target kamu akan menambah nilai jual. Sebab, di situ nantinya akan terbentuk kedekatan antara tujuan sasaran dengan produkmu.

Kembangkan gaya Instagrammu

kredit: bannersnack.com

Karakter penting di sini. Instagrammu harus mempunyai desain khas secara konsisten: warna, tata letak, dan typography.

Karena Instagram adalah media sosial yang mengedepankan visual, dan manfaatkan itu supaya Instagram milikmu lebih menonjol dan diperhatikan orang.

Ajakan

kredit: Instagram/IndonesianYouth

Ini sederhana, jangan pernah lupa membuat kalimat ajakan untuk pengikut kamu agar mereka bertindak.

Ingat, media sosial bukan platform informasi, tetapi percakapan.

sumber: medium.com, inc.com