Teknologi Virtual Reality (VR) tidak hanya digunakan sebagai medium hiburan saja. Lebih dari itu, VR kini digunakan sebagai alat bantu pengobatan kanker.

Adalah OnComfort, sebuah perusahaan yang memadukan ilmu kedokteran dan teknologi VR untuk membantu pengobatan kanker. Teknologi VR digunakan untuk membantu pasien mengatasi stres dan rasa sakit ketika menjalani pengobatan.

“Oncomfort memanfaatkan teknologi VR untuk membantu dan melatih pasien dalam mengelola stres, memberi mereka informasi yang mudah dipahami, dan membantu mereka merasa lebih terkendali, tenang, dan nyaman,” kata CEO OnComfort Diane Jooris, mengutip futurism.com

Kemudian OnComfort juga sudah menciptakan lima aplikasi VR yang berbeda dengan tujuan yang berbeda-beda pula, seperti untuk keperluan relaksasi, pernapasan, dan mengurangi kegelisahan.

Menggunakan teknik semacam ini beserta aplikasinya, OnComfort melalui situs resminya mengklaim kalau sudah diuji oleh 20 dokter dan 1.500 pasien di Amerika dan Eropa.

Seperti dilansir Forbes, Jooris mengatakan sejauh ini telah menghasilkan hasil positif -pasien kanker payudara yang menggunakan OnComfort setidaknya –yang digunakan 15 menit sebelum melakukan pengobatan– mampu menekan tingkat kecemasan hingga 50 persen, mengurangi penggunaan obat penghilang rasa sakit sampai 80 persen, dan menurunkan keseluruhan rasa sakit hingga 40 persen.

VR terbukti telah terbukti mampu melakukan banyak kebaikan di industri perawatan kesehatan, membantu pasien mengatasi autisme, paranoid, sakit persalinan, PTSD, dan banyak kondisi serta penyakit lainnya.

Tahun lalu, diperkirakan 1,6 juta orang di Amerika didiagnosis menderita kanker, dan jika teknologi VR dapat membantu menekan stres dan rasa sakit terhadap pasien, teknologi OnComfort sepertinya layak digunakan.

sumber: OnComfort, Forbes, Futurism