Setelah milenial, lahirlah Gen Z. Generasi yang masih menyimpan segudang potensi. Termasuk potensi dalam sisi konsumsi. Sebab para pelaku industri memproduksi berbagai jenis iklan secara online.

Dalam Nielsen Cross Platform Report 2017 menyebutkan, lebih dari 60 persen konsumen di kelompok usia 21-49 tahun seringkali melakukan pencarian lebih lanjut setelah melihat Iklan video online dan lebih dari 30 persen konsumen seringkali melakukan pembelian secara online.

Sebagian konsumen juga mengakui bahwa setelah melihat Iklan video online biasanya mereka akan melakukan kunjungan ke toko secara langsung dan peluang terjadinya pembelian pun cukup besar pada saat konsumen melakukan kunjungan ke toko (mencapai hingga 28 persen di kelompok usia 30-39 tahun).

Itu juga yang terjadi pada usia yang dikategorikan sebagai Generasi Z. Meski, tidak secara langsung tetapi Gen Z punya peranan penting.

Berdasarkan survei Nielsen Consumer & Media View (CMV) di kuartal II tahun lalu yang dilakukan di 11 kota, Gen Z mempengaruhih dua hal utama: keputusan untuk berlibur dan untuk membeli produk elektronik.

47 persen anak-anak (usia 10-14 tahun) memiliki pengaruh terhadap keputusan untuk berlibur, dan 33 persen terhadap keputusan untuk membeli produk elektronik.

Sedangkan, untuk tingkat usia 15-19 tahun punya pengaruh sebesar 67 persen untuk berlibur dan 62 persen untuk membeli produk elektronik.

“Gen Z adalah masa depan,” ujar Hellen Katherina, Executive Director, Head of Watch Business, Nielsen Indonesia, “karena itu penting bagi para pelaku industri untuk memahami perilaku dan kebiasaan mereka.”

Hellen beralasan, Gen Z punya kebiasaan yang berbeda dari generasi sebelumnya, dan cenderung sangat muda, para Gen Z sudah memiliki pengaruh cukup besar terhadap keputusan membeli dalam keluarga.

“Pemahaman mengenai perilaku dan kebiasaan mereka dalam mengkonsumsi media akan membuka peluang bagi para pemilik brand dan pemasar untuk dapat membangun hubungan jangka panjang dengan mereka,” jelasnya.

Yang menarik, dari temuan Nielsen di atas, Generasi Z rupanya masih akan tetap terjangkau oleh berbagai jenis media. Terbukti dari konsumsi yang dilakukan para Gen Z, seperti televisi, internet, dan radio.

sumber: Nielsen