Masalah penyebaran berita palsu, kebencian, dan isu SARA masih terus hadir di tengah-tengah kita. Medianya pun bermacam-macam, sampai yang paling dekat sekalipun: Media sosial.

Terbaru, Kepolisian Republik Indonesia berhasil meringkus beberapa anggota kelompok Saracen, kelompok yang memiliki pekerjaan menyebarkan kebencian dan isu SARA di media sosial.

Bahkan, berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kelompok itu bisa dikatakan sebagai jasa sebagai kelompok pembuat konten kebencian di media sosial. Mereka memiliki 800 ribu akun yang terafiliasi dengan hoax. Nilai proposalnya mencapai Rp 75-100 juta rupiah.

“Kelompok ini menerima pemesanan dari kelompok tertentu untuk membuat konten berujar kebencian,” kata pihak Kepolisian seperti dikutip dari Tempo.co.

Menjadi pembuat hoax memang dinilai menguntungkan. Dilansir Katadata Inisiator MAFINDO, Saptiaji Eko Nugroho, dengan kurs Rp 13.300 per dolar AS, satu berita hoax nilainya bisa mencapai Rp 1,33 juta. Nilainya makin bertambah jika berita itu viral. Penghasilannya bisa mencapai hampir satu miliar rupiah dalam setahun.

Maraknya hoax beredar, membuat sejumlah kalangan mengantisipasi keresahan itu. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) memperbarui layanan pengaduan terkait konten melalui situs Aduankonten.id

Kini Kominfo menghadirkan fitur sistem ticketing. Setiap pengaduan yang diterima akan diberikan nomor tiket yang nantinya nomor itu digunakan untuk mengecek sudah sejauh mana proses aduannya.

“Konten di dunia maya ini negatifnya sangat luar biasa yang harus kita hadapi,” kata Menkominfo Rudiantara.

Situs itu merupakan fasilitas pengaduan konten negatif baik berupa situs/website, URL, akun media sosial, aplikasi mobile, dan software yang memenuhi kriteria sebagai Informasi dan/atau Dokumen Elektronik bermuatan negatif sesuai peraturan perundang-undangan.

Setiap orang berhak untuk menyampaikan pengaduan konten negatif dengan cara mendaftarkan diri, mengunggah tautan (link) serta screenshot situs atau konten yang dilaporkan disertai alasan, dan memantau proses penanganan yang dilakuan oleh Tim Aduan Konten.

Mari berpartisipasi aktif dan menjadikan internet lebih aman, nyaman, dan bermanfaat dengan berkurangnya konten-konten negatif.