13 tahun lalu, Munir said Thalib, aktivis hak asasi manusia, tewas saat perjalanan melalui udara ketika menuju Amsterdam, Belanda. Hingga kini, kematian Munir masih penuh teka-teki.

Akan tetapi, fakta-fakta menarik tentang Munir masih tertinggal. Berikut ini beberapa fakta menarik tentang Munir yang perlu kita tahu:

Asli Malang

kredit: voanews.com

Munir Said Thalib lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965. Ia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara Said Thalib dan Jamilah

Pendiri KontraS

kredit: anakgundar.com

Pada 16 April 1998 mendirikan Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras)

Meninggal di pesawat

kredit: Liputan6.com

Munir meninggal di dalam pesawat saat dirinya tengah menuju ke Amsterdam, Belanda, 7 September 2004 lalu.

Kasus-kasus penting yang pernah ditangani

kredit: TEMPO/ Santirta M

– Penasihat Hukum dan anggota Tim Investigasi Kasus Fernando Araujo, dkk, di Denpasar yang dituduh merencanakan pemberontakan melawan pemerintah secara diam-diam untuk memisahkan Timor-Timur dari Indonesia; 1992
– Penasihat Hukum Kasus Marsinah dan para buruh PT. CPS melawan KODAM V Brawijaya atas tindak kekerasan dan pembunuhan Marsinah, aktivis buruh; 1994
– Penasihat Hukum Sri Bintang Pamungkas (Ketua Umum PUDI) dalam kasus subversi dan perkara hukum Administrative Court (PTUN) untuk pemecatannya sebagai dosen, Jakarta; 1997
– Penasihat Hukum dalam kasus hilangnya 24 aktivis dan mahasiswa di Jakarta; 1997-1998

Sejumlah penghargaan

kredit: bintang.com

– Right Livelihood Award 2000, Penghargaan pengabdian bidang kemajuan HAM dan kontrol sipil terhadap militer (Swedia, 8 Desember 2000)
– Mandanjeet Singh Prize, UNESCO, untuk kiprahnya mempromosikan Toleransi dan Anti-Kekerasan (2000)
– Salah satu Pemimpin Politik Muda Asia pada Milenium Baru (Majalah Asiaweek, Oktober 1999)
– Man of The Year versi majalah Ummat (1998).
– Suardi Tasrif Awards, dari Aliansi Jurnalis Independen, (1998) atas nama Kontras
– Serdadu Awards, dari Organisasi Seniman dan Pengamen Jalanan Jakarta (1998)
– Yap Thiam Hien Award (1998)
– Satu dari seratus tokoh Indonesia abad XX, majalah Forum Keadilan

Romantis

kredit. bbc.co.uk

Suciwati mengungkapkan bahwa setiap harinya, di pagi hari saat ia membuka matanya, Munir selalu mengatakan “I love you”. Tak jarang ketika Suci sedang memasak, Munir datang dengan pelukan dari belakang. Begitu kenang Suciwati.

Pecel Lele

kredit: Tribunnews.com

Sugiarto, sopir Munir semasa di YLBHI, mengungkapkan kalau suami dari Suciwati ini kalau makan suka mencari tempat yang murah. Biasanya, di warung pecel lele.