Mungkin kita bertanya-tanya mengapa stres adalah penyebab jadi bruxism dan rusaknya gigi kita. Padahal banyak yang beranggapan rokok atau kopi, atau juga jarang gosok gigi jadi jadi penyebab tunggal gigi yang rusak. Lalu kamu bertanya, “Apa itu bruxism?”.

Secara sederhana, bruxism adalah tindakan yang mengadu atau menggesekkan gigi rahang atas dengan bawah. Tindakan itu kebanyakan dilakukan tidak dengan sadar, seperti ketika kamu melakukannya saat membaca kalimat ini. Iya, kira-kira begitu.

American Sleep Association mengeluarkan hasil riset tentang gesek-menggesek gigi. 10 persen orang dewasa dan 15 persen anak-anak di Amerika mengalami permasalahan kerusakan gigi akibat bruxism. Dan dampaknya tidak hanya merusak gigi, tetapi merusak rahang dan nyeri otot.

Sedangkan Asosiasi Bruxism di Amerika mengatakan, dari hasil penelitiannya, 70 persen permasalahan bruxism disebabkan karena stres atau cemas akibat pekerjaan.

Bully juga jadi penyebab bruxism

Saat tertidur atau sedang stres memang menjadi penyebab kita menggesek-gesek gigi tanpa sadar. Tetapi, ada fakta lain yang mengatakan tindakan intimidasi membuat seseorang melakukan bruxism.

Journal of Oral Rehabilitation pada bulan Maret lalu mencoba mencari kebenaran tersebut dengan melakukan riset pada remaja berusia 13 sampai 15 tahun, di Brasil.

Hasil studi ditemukan dan mengatakan, remaja yang terintimidasi –dalam penelitian ini– empat kali lebih mungkin mengesekkan gigi mereka dalam tidur ketimbang anak-anak yang tidak mengalami.

Studi tersebut juga menemukan, 65 persen anak yang terintimidasi menggesek-gesekkan gigi mereka, dibandingkan dengan 17 persen anak-anak yang tidak terintimidasi.

“Intimidasi dalam bentuk apapun benar-benar menjijikkan sebab dapat memiliki dampak fisik dan psikologis. Bila dialami anak-anak, dapat menyebabkan trauma yang mungkin terjadi sepanjang masa dewasa,” kata Nigel Carter, CEO Oral Health Foundation, dalam keterangan resminya.

Dalam keterangan di atas memang tidak sebutkan bagaimana cara mencegahnya. Namun, dihimpun dari beberapa sumber, setidaknya ada dua yang bisa dilakukan. Pertama dan yang paling dianjurkan, yakni periksa ke dokter gigi secara rutin, diutamakan yang sudah berpenglaman. Kedua, melakukan peregangan otot rahang sebelum tidur. Dengan begitu, bisa mencegah bruxism pada gigi kamu.

Toh, ndak mau kan kalau gigi kamu sompek?

sumber: attn.com