Masih menjadi perdebatan hangat, kenapa indomie di warung kopi (warkop) lebih sedap ketimbang bikinan sendiri. Atau perdebatan mengenai lebih enak mana bakso urat atau bakso isi telor, yang lezat disantap siang bolong, ditambah tetelan –kalau tidak pakai tetelan juga tidak apa-apa– dan es teh manis.

Kedua perdebatan di atas sebenarnya kembali kepada selera masing-masing. Tidak bisa dipaksakan. Di kondisi tertentu, memang, indomie di warkop sering lebih sedap. Dan di momen tertentu, bakso juga lezat dihidangkan.

Tapi, perdebatan yang kerap muncul di antara indomie dan bakso adalah soal mangkoknya. Mangkok berlukisan ayam jago. Mangkok yang sampai saat ini cukup ikonik di warkop atau tukang bakso. Perdebatannya yaitu tentang siapa pemilik dari mangkok tersebut.

Cerita-cerita ngawur atau karangan belaka tentang pembuat mangkok ini sudah hangat di telinga. Setiap wilayah punya versinya masing-masing. Tak kalah memukai ceritanya. Tapi ada satu yang bisa ditarik satu kepastian, filosofi dari ayam jago itu sendiri.

Dalam budaya China, ayam jago dikaitkan dengan lancarnya rezeki seseorang. Maka muncullah pepatah manusia harus bangun pagi, supaya rezekinya tidak dipatuk ayam. Dan filosofi itu yang diharapkan bagi para pedagang.

Sebelum pada akhirnya, ayam jago itu akhirnya “berkokok”. Belakangan ramai foto beredar sebuah perusahaan mengaku bahwa pihaknya yang memproduksi mangkok ikonik itu. Adalah PT Lucky Indah Keramik yang memiliki hak cipta produksi mangkok berlukisan ayam jago melalui pengumuman berjudul “Peringatan Merek Lukisan Ayam Jago” dalam surat kabar Kompas edisi Senin, 4 September 2017.

“PT Lucky Indah Keramik, produsen keramik untuk peralatan makan, selaku pemegang merek lukisan ayam jago berdasarkan Sertifikat Pendafatarn Merek Nomor IDM000366635 dalam kelas 21 yang meliputi barang-barang: piring, mangkok, basi, tatakan cangkir, tea set, dinner set, poci cangkir, gelas, tutup cangkir, vase bunga,” demikian pihak pemegang merek mengumumkan.

Dalam pengumuman itu juga tertulis, PT Lucky Indah Keramik adalah satu-satunya yang berhak memproduksi, mempergunakan, dan memperdagangkan merek lukisan ayam jago dalam produk mangkok. Pihaknya juga menekankan agar para produsen importir, distriutor, agent maupun pengecer tidak membeli, mengimpir, menyimpan, apalagi memperdagangkan barang-barang tersebut.

Meski begitu untuk mendapatkan mangkok lukisan ayam jago rupanya mudah ditemui. Di situs-situs jual-beli online, misalnya, ada yang menjual mangkok ikonik tersebut dengan Rp 6.500/pcs untuk ukuran mini.

Ada juga yang dijual dengan harga Rp 10.000. Perbedaannya, yang satu ini berlabel “Premium” dan ada cap pembuatnya di bawah mangkok.

Jadi, sekarang tidak bisa sembarangan lagi kalau ingin logo ayam jago.