Pergelaran sastra ASEAN Literary Festival (ALF) 2017 akan digelar di kawasan Kota Tua, Jakarta, 3-6 Agustus 2017 mendatang. Festival kali ini bertepatan dengan perayaan 50 tahun berdirinya ASEAN.

Di sana, nantinya akan ada sejumlah nama penulis-penulis tersohor di Asia Tenggara seperti Faisal Tehrani asal Malaysia dan Martin Aleida dari Indonesia.

Mengutip Kompas.com, Direktur Program ALF, Okky Madasari, mengatakan festival ini akan dibuka oleh Faisal Tehrani dengan memberikan materi kuliah umum dari berbagai topik.

“Faisal akan membuka ALF dengan memberikan kuliah umum tentang demokrasi, kebebasan berekspresi dan sastra di Asia Tenggara di Fatahillah Square, Kota Tua, yang bersejarah,” kata Okky.

Nama Faisal sendiri melambung lewat karya sastranya ‘1515’ yang pernah dilarang di Malaysia meski dirinya diganjar penghargaan Hadiah Sastera Utusan Malaysia-Exxon Mobil 2002. Faisal juga menerima National Book Prize in 2005 kategori bahasa melayu.

Karya Faisal ‘1515’ kemudian dijadikan bahan kuliah di program studi Melayu di Universitas Cologne, Jerman, dan diterjemahkan dan diterbitkan kembali oleh Malaysian Institute of Translation & Books pada 2011.

Hadir juga jurnalis dan penulis Arswendo Atmowiloto yang akan menanggapi isu terbaru di tanah air, yakni penistaan agama. Arswendo pernah dijeboloskan penjara karena kasus penistaan agama setelah melakukan survei untuk Tabloid Monitor.

“Tema lainnya yang diangkat adalah populisme dan radikalisme. Kami menghadirkan jurnalis sekaligus penulis yang sudah malang melintang di kawasan ini, Michael Vatikiotis. Dia sudah puluhan tahun meneliti Indonesia dan kawasan ini. Buku terbarunya juga tentang konflik agama,” ujar Okky.

ALF sendiri tahun ini akan mengusung tema “Beyond Imagination”. Kegiatan lainnya yang akan diselenggaran adalah Sastra Masuk Kampung, Residensi, Jambore Nasional Sastra, hingga seminar dan pameran buku. Dan sekitar 70 lebih pembicara dari berbagai negara akan hadir untuk mengisi ruang-ruang diskusi.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, ALF juga selalu konsisten mengusung diskusi bertema besar kebebasan ekspresi,” ujar Okky.

sumber: Kompas.com