Plastik sering kali memang membantu untuk keperluan sehari-hari di rumah kita. Tetapi pembuatan dan penggunaan plastik sudah berlebihan. Seperti penelusuran Orb Media yang menemukan kandungan serat plastik dalam air.

Penemuan itu hasil dari penyelidikan yang dilakukan selama 10 bulan dengan mengumpulkan sampel air dan hasilnya mengejutkan: air yang biasa digunakan 80 persennya mengandung serat plastik.

Hasil penelitian tersebut kemudian dituangkan dalam tulisan studi ilmiah berjudul “Invisibles”.

Dalam tulisan ilmiah itu, penulis penelitian menggambarkan telah menguji sampel air keran di Amerika Serikat, Eropa, Indonesia, India, Lebanon, Uganda, dan Ekuador.

Hasilnya, 94 persen sampel air yang memiliki kandungan plastik dalam air tertinggi terdapat di Amerika, jumlahnya mencapai 94 persen.

Para peneliti mendeteksi air yang mengandung serat plastik palin banya ditemukan di pusat Environmental Protection Agency, gedung Kongres, dan Trump Tower di New York.

Kemudian Lebanon dan India memiliki jumlah kontaminasi terbesar berikutnya. Sedangkan Eropa memiliki paling sedikit.

“Para ahli mengatakan bahwa plastik mungkin juga ada di makanan Anda -seperti susu formula, saus, atau bir,” tulis Orb Media dalam studinya, mengutip inhabitat.com