Perihal kekayaan dan beragamnya budaya Indonesia rasa-rasanya belum ada yang bisa mengalahkan apalagi menandingi negara kita. Sebab, Indonesia adalah jagonya.

Saking kaya akan budaya masyarakat Indonesia kerap menjadi perhatian para pelancong dari berbagai negara nan jauh di sana. Seperti pria asal Jepang, Hiroaki Kato, yang sudah lebih dari 10 tahun menginjak Tanah Air.

Berawal dari ajakan teman untuk mengenal Indonesia lewat kelas bahasa Indonesia yang pernah ia ikuti di Jepang selama tiga tahun, kecintaannya terhadap bahasa Indonesia membuat Hiro, sapaan akrabnya, melanjutkan pendidikannya S1 Sastra Indonesia di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, sebagai student exchange.

Setelah satu tahun tinggal di tanah Indonesia, Hiro mulai tertarik dengan budaya Indonesia, salah satunya alat musik gamelan. Hiro menilai gamelan merupakan alat musik yang membuat semua orang relax dan tangga nada yang digunakan di gamelan Sunda sama dengan tangga nada pada alat musik yang ada di Pulau Okinawa, Jepang.

“Awal yang membuat saya tertarik terhadap budaya Indonesia adalah karena saya suka dengan alat musik gamelan yang alunannya dapat membuat orang relax. Tangga nada yang digunakan gamelan Sunda sama dengan alat musik yang ada di Pulau Okinawa,” katanya kepada IndonesianYouth.org selepas acara FIKOM EXPO 2017 Universitas Tarumanegara, di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, Sabtu (03/06/2017).

Sebagai student exchange, ia tertarik dengan Indonesia. Karena, menurutnya, orang di sini begitu ramah, dan sedikit berbeda dengan tempat asalnya, Tokyo.

“Indonesia itu kalau kita baru akrab, kita bisa langsung dianggap keluarga,” katanya.

Demikian dengan makanan yang ada di Indonesia. Ia sangat suka makanan khas tempatnya dulu mengenyam pendidikan di Yogyakarta, gudeg. Selain itu, bila dibandingkan nasi padang, warteg favoritnya. Hiro juga sangat suka mie instan dari Indonesia, ayam bakar, nasi uduk, lumpia basah, dan siomay hingga mie tek-tek.

Lahir dan besar sebagai warga asli di Jepang, Hiro memang tidak merasakan kesulitan ketika beradaptasi dengan makanan khas Indonesia. Namun yang membuat ia sedikit shock terhadap makanan Indonesia ialah faktor kebersihannya. Meski begitu hal tersebut membuat warteg tetap terasa enak dan nikmat.

Hiro juga menanggapi tentang kondisi anak muda di Indonesia saat ini. Secara terang-terangan Hiro terkesan dengan generasi muda Indonesia. Baginya, anak muda Indonesia lebih agresif dan mandiri.

Generasi muda Indonesia, disampaikan Hiro, harus lebih berkembang lantaran media sosial sudah luas dan sangat memudahkan guna mengeksplorasi kegiatan-kegiatan yang dapat mengasah kemampuan untuk mengembangkan diri.

“Ketika masih muda berkaryalah sesuai dengan keinginan sendiri. Berkarya harus selalu menginspirasi orang banyak,” katanya.

Menariknya, penyanyi kelahiran 1983 ini secara diam-diam ternyata memiliki misi untuk memperkenalkan lagu-lagu Indonesia kepada masyarakat di luar sana, terutama di Jepang. Bahkan,  ke depannya Hiro akan berkolaborasi dengan RAN.

“Kebetulan saya juga ingin bekerja sama dengan RAN, dan salah satu project ke depannya membuat lagu RAN yang judulnya Dekat di Hati di-cover munggunakan bahasa Jepang full,” tandasnya.