Ada yang berbeda dengan Google Doodle hari ini. Bila membuka mesin pencari Google, kamu akan melihat sosok lelaki tua berkaca mata dan mesin ketik di depannya. Sosok itu adalah Pramoedya Ananta Toer.

Tepat hari ini Pram, sapaan akrab Pramoedya, lahir atau berulang tahun yang ke-92 tahun. Pram yang lahir 6 Februari 1925 silam di Blora, Jawa Tengah, memang sudah berpulang pada 2006 lalu karena sakit diabetes dan jantung. Namun, karya-karya Pram tak lantas hilang.

Semasa hidupnya Pram kerap menulis berbagai novel, cerita-cerita pendek, sajak, jurnal, atau pun sejarah. Dia juga kerap mengkritik pemerintah melalui karya-karyanya, bahkan sering membuat gerah penguasa –Orde Lama dan Orde Baru– di masanya. Di masa itu juga Pram pernah mendekam di balik penjara. Bahkan, di era Suharto, dia dipenjara 14 tahun lamanya di Pulau Buru, Maluku, karena dituduh subversif dan komunis.

Namun, selama diasingkan di Pulau Buru, Pram justru membuat sebuah buku, yang kini terkenal hingga mancanegara, yakni tetralogi Buru: Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Padahal, Pram ketika itu tidak diberikan akses memiliki alat tulis.

Semangat Pram menulis sepatutnya bisa kita tiru sebagai Anak Muda Indonesia. Terlebih di zaman seperti ini kita sudah sangat bisa menulis dengan lepas dan bebas. Tanpa perlu terbentur oleh kepentingan-kepentingan penguasa.

Selamat berulang tahun, Pram. Terima kasih atas karya-karyamu yang telah menginspirasi banyak anak muda.