Halo Anak Muda Indonesia! Tanggal 31 Agustus 2017 yang lalu, Sinergi Muda melalui Cluster Information and Communication Technology (ICT) melakukan kunjungan ke Kantor Jakarta Smart City.

40 anak muda Indonesia dari berbagai latar belakang dan penasaran ingin mengetahui secara langsung tentang penerapan teknologi pada Jakarta Smart City turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Smart City yang mulai populer dari tahun 2014 ini, bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik. Selain itu, Smart City juga bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terdapat dimasyarakat. Beberapa di antaranya seperti, kemacetan, kriminalitas, bencana alam, dan masalah infrastruktur.

Melalui penerapan Smart City, masyarakat dapat ikut terlibat dalam pembangunan daerah mereka sendiri. Pemerintah pun juga meluncurkan aplikasi pendukung sebagai sarana pemantauan, baik dari pihak aparatur dan masyarakat.

Dalam penerapan Smart City, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempunyai aplikasi yang cukup populer di kalangan masyrakat Ibu Kota, yaitu aplikasi QLUE. Jakarta Smart City bekerja sama dengan PT QLUE Performa Indonesia untuk menyediakan platform kepada masyarakat untuk melaporkan kondisi lingkungan yang bermasalah seperti seperti macet, banjir, jalan rusak, penumpukan sampah, ataupun ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.

Qlue sebagai penyampaian aspirasi pengaduan real time dapat disampaikan tidak hanya dalam bentuk tulisan, tetapi juga foto. Laporan dari masyarakat kemudian dipetakan secara digital dan terintegrasi dengan laman smartcity.jakarta.go.id dan ditangani oleh petugas setempat melalui aplikasi Citizen Relation Management (CRM) atau sebelumnya dikenal aplikasi CROP.

kredit: Sinergi Muda

Selain itu, peningkatan pelayanan publik di Pemprov DKI Jakarta melalui Jakarta Smart City juga bekerjasama dengan beberapa penyedia platform seperti: Waze, Go-Food, Nodeflux, Zomato, Ragunan Zoo, Trafi, Info Pangan Jakarta, dan iJakarta.

Hal menarik lainnya dalam penerapan Jakarta Smart City, yaitu penerapan teknologi BIG Data yang merupakan kumpulan data yang sangat besar lalu dapat dianalisis secara komputasi untuk mengungkapkan pola, tren, dan asosiasi, terutama yang berkaitan dengan perilaku dan interaksi manusia. Hasil analisa yang dihasilkan dari BIG Data tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai pembahasan evaluasi pelayanan publik serta pengambilan keputusan oleh pimpinan.

Salah satu contoh pemanfaatan teknologi BIG Data seperti penarikan data pengguna Transjakarta, melalui kartu yang ditapkan pada mesin dapat dilacak koridor busway yang paling banyak digunakan, kepadatan pengguna Transjakarta, dan lain sebagainya. Selanjutnya juga seperti, pemanfaatan Kartu Jakarta Pintar (KJP), penggunaan dana KJP dapat dilacak dari akses kartu yang diberikan kepada siswa serta KJP dapat dilacak penggunaan nya dimana saja.

Jika kalian membuka Jakarta Smart City dan membuka pada bagian fitur maps, maka akan terlihat aktivitas data instansi yang dituangkan kedalam peta digital.

Salah satu contohnya, masyarakat dapat mengetahui harga nilai jual tanah diseluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta. Dalam hal ini, pemerintah dapat mengontrol fluktuasi dari harga tanah, dan dipetakan secara geografis dan dapat ditinjau secara langsung oleh masyarakat.

kredit: Sinergi Muda

Jakarta Smart City tentunya akan terus melakukan ragam inovasi terhadap fitur dan pelayanan kepada masyarakat.

Nah, untuk kamu yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerahmu, yuk untuk terus memberikan sumbangan ide-ide melalui kanal-kanal yang disediakan oleh pemerintah.

Kembangkan kapasitasmu pula dalam bidang teknologi, karena saat ini perkembangan teknologi adalah perubahan yang niscaya dan tidak bisa ditawar lagi. Jadi, tunggu apa lagi?