Kala itu, langit menyambut senja di tepi dermaga yang tak ramai. Denting nada dari tuts piano perlahan-lahan memenuhi telinga. Disambung petikan gitar dan siulan merdu dari bibir seorang pria, bernyanyilah ia dengan nada rendah, “City of stars, are you shining just for me?“. Begitulah soundtrack film La La Land berkumandang.

Film ini bercerita soal Sebastian dan Mia, dua seniman tidak laku yang berusaha mengejar cita-cita. Keduanya bertemu, jatuh cinta, setia bersama, saling mendukung, tapi tetap punya idealisme masing-masing yang harus diwujudkan.

Begitulah hidup. Manis dan pahit saling melengkapi. Setidaknya, mereka membuat kita percaya bahwa mimpi itu ada untuk diperjuangkan. Kendati begitu, tak ada mimpi yang bisa terwujud hanya dalam semalam.

Nah, terlepas dari ide otentik, musik apik, tarian magnetik, dan akhir cerita menggelitik, ada beberapa fakta menarik yang bisa dikulik dari film ini. Apa saja?

1. Awalnya bukan Emma Stone dan Ryan Gosling

Pada 5 Juni 2014 lalu, dikabarkan bahwa Miles Teller dan Emma Watson-lah yang mendapatkan peran utama di film komedi musikal ini. Namun, pada 14 April 2015, diberitahukan bahwa Emma Stone dan Ryan Gosling yang bermain di La La Land.

2. Terselip kisah nyata

Jika sudah menonton film ini, kita akan tahu bahwa karakter Mia digambarkan sebagai perempuan ambisius yang harus melewati berbagai audisi demi mendapatkan peran dalam sebuah film. Saat sedang mengikuti salah satu audisi, di mana ia sedang menjiwai perannya, casting director yang seharusnya menilai penampilannya malah menginterupsinya dan menjawab panggilan telepon. Siapa sangka, scene itu terinspirasi dari pengalaman nyata Ryan Gosling.

Tak jauh berbeda dengan Emma Stone sendiri. Ia mengaku kalau film dengan latar belakang Los Angeles ini mengingatkan bagaimana ia berhenti sekolah dan pindah ke LA di umur 15 tahun demi mengejar mimpinya di bidang akting.

3. Ryan Gosling dan piano

Justin Jurwitz, komposer film ini mengatakan jika semua permainan piano awalnya direkam oleh Randy Kerber selama masa pra-produksi. Namun, Ryan Gosling meluangkan dua jam sehari, enam hari dalam seminggu, selama empat bulan, untuk sungguh-sungguh belajar memainkan piano sehingga dirinya bisa terlihat seperti musisi jazz sungguhan. Ketika syuting dimulai, ia mampu memainkan piano dengan lincah tanpa pemeran pengganti atau efek komputer, bahkan hanya dalam sekali take saat hari pertama syuting.

Sampai-sampai John Legend yang turut berperan dalam film ini berujar, “Apakah kau pernah bermain (piano) sebelumnya? Karena kau tidak mungkin bisa sebagus itu.”

Kabarnya, John merasa sedikit iri dengan kepiawaian lawan mainnya itu.

4. Belajar, belajar, belajar

Jika Ryan Gosling harus belajar piano, lain halnya dengan John Legend yang harus belajar memainkan gitar. Ini pertama kalinya John belajar gitar, bahkan harus sambil berakting pula. Ya, bisa dikatakan film berdurasi 128 menit ini menjadi ajang para pemainnya untuk memamerkan talenta yang sebenarnya bukanlah diri mereka. Di sisi lain, Ryan Gosling dan Emma Stone pun harus belajar tap dance dan berlatih vokal. Tentu saja, hasilnya sangat memesona dan tidak mengecewakan!

5. Semua tentang musik

La La Land menjadi film ketiga yang disutradarai oleh Damien Chazelle. Sebelumnya, ia juga pernah membuat dua film bertema musik, yaitu Guy and Madeline on a Park Bench (2009) dan Whiplash (2014).

6. Ratusan penghargaan dan nominasi

La La Land menoreh sejarah dengan menyabet piala Golden Globe terbanyak untuk film tunggal pada ajang Golden Globe Awards ke-74 yang diselenggarakan pada 8 Januari 2017 lalu. Penghargaan yang didapat adalah Best Motion Picture – Musical or Comedy, Best Director, Best Actor (Ryan Gosling), Best Actress (Emma Stone), Best Screenplay, Best Original Score, serta Best Original Song untuk lagu City of Stars.

Seperti dilansir dari imdb.com, sejauh ini La La Land sudah memenangkan 134 penghargaan dan mendapat 182 nominasi dari berbagai ajang penghargaan.

7. Ryan dan Emma sudah satu scene sejak 2013

Ini merupakan film ketiga yang sama-sama dibintangi oleh Ryan Gosling dan Emma Stone. Sebelumnya, mereka sempat bermain dalam film Crazy, Stupid, Love (2013) dan Gangster Squad (2013). Uniknya, ketiga film ini sama-sama berlokasi di LA.

8. Bukan film yang digarap instan

Film berkualitas bagus terkadang memang tidak dihasilkan dalam waktu singkat. Buktinya, Damien Chazelle dan Justin Hurwitz telah memikirkan soal project ini sejak 2010 saat mereka masih berkuliah di Harvard. Justin menulis lagu-lagu musikalnya, sedangkan Damien menulis skenarionya. Bahkan, draft awal skenarionya baru selesai pada 2013, syuting di tahun 2015, dan barulah film ini dirilis pada 2016.

9. Definisi judul

Arti dari judul film ini bukan hanya sekadar la la land, yang artinya adalah Los Angeles atau sesuatu yang berhubungan dengan sikap dan gaya hidup orang-orang di sana. Lebih dari itu, la la land ialah suatu kondisi di mana kita merasa gembira dan terbebas dari realita keras kehidupan. Maka tak heran jika karya ini memiliki tagline: here’s to the fools who dream.

10. La La Land versi Broadway

Kesuksesan La La Land di box office membuat film ini banyak mendapat permintaan untuk diadaptasi ke versi Broadway. Bahkan, Lionsgate, sudah menunjukkan ketertarikannya dan bila hal itu benar terjadi, sepertinya Ryan Gosling-lah akan diminta untuk membintangi produksi tersebut.