Penyidik KPK, Novel Baswedan diteror dengan cara disiram dengan air keras, Selasa (11/4) pagi. Akibatnya, Novel harus dilarikan ke rumah sakit di Singapura untuk menjalani pengobatan intensif.

Berikut ini fakta-fakta terkait kasus teror Novel Baswedan:

Diteror usai salat subuh

Kejadian bermula saat Novel usai menjalani salat subuh di rumahnya, di kawasan Kelapa Gading. “Novel selesai salat berjamaah lebih dulu ketimbang jamaah lain,” kata Haris Azhar.

Pelaku diketahui oleh dua orang

Tak lama keluar dari masjid, Novel langsung didekati dua orang dan disiram air keras ke wajahnya. “Jarak dari Novel keluar masjid dan kejadian hanya berlangsung satu-dua menit,” sebut Haris Azhar.

Sudah merasa dibuntuti sejak lama

Dari berbagai keterangan yang dihimpun, Novel sudah merasa dibuntuti oleh orang tak dikenal. “Kami dengar, pernah ada jamaah yang mencurigakan salat berjamaah bersama dengan Novel. Berarti sudah pernah sedekat itu,” ujar Haris Azhar.

Dilakukan profesional

Bila melihat dari kronologi kejadian, peristiwa teror tersebut dilakukan oleh profesional. “Tidak butuh waktu lama menyerang Novel setelah keluar dari masjid. Ini dilakukan profesional,” ucap Haris Azhar.

Menangani kasus besar

Saat sedang teror terjadi, Novel tengah menangani kasus besar. Tapi belum tahu apa apakah itu terkait e-KTP atau bukan. Perlu penyidikan dan penyelidikan lebih dalam,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.