Saat menerima penghargaan Grammy sebagai Best Urban Contemporary Album, Beyonce menyebut film dan albumnya, Lemonade, sebagai medium untuk menyuarakan rasa sakit, perjuangan, kegelapan dan sejarah kaumnya: kulit hitam.

Sebagian besar tema yang diangkat di lirik lagu-lagu dalam albumnya itu memang tentang perselingkuhan, kesedihan dan ketidakpercayaan. Namun, seperti yang sudah dikatakan Beyonce –dan diamini Adele di Grammy Awards– Lemonade lebih dalam dari itu.

Album Lemonade berasal dari peribahasa yang berbunyi “If life gives you lemons, make lemonade“, sebuah anjuran kepada manusia untuk menjadikan kesulitan hidup sebagai pemacu untuk tetap berbuat sesuatu.

Peribahasa tersebut diadaptasi oleh Hattie, nenek Jay-Z, dalam sebuah pidato yang dikutip dalam film: “I was served lemons, but I made Lemonade.” Dalam film, yang judulnya sama dengan album Lemonade, “prahara” itu disinggung setidaknya dua kali.

Beyonce yang banyak memetik pelajaran hidup dari sang nenek, juga disinggung: “Nenek sang ahli alkimia. Kau memintal emas dari hidup yang sulit ini. Mencipta keindahan dari hal-hal yang ditinggalkan. Menemukan penyembuhan di tempat ia tidak hidup. Menemukan antidot di dapurmu sendiri. Mematahkan kutukan dengan kedua tanganmu sendiri. Kau mewariskan petunjuk ini ke anak perempuanmu, yang mewariskannya ke anak perempuannya.”

Semakin terasa apa yang disuarakan Beyonce dalam video klipnya berjudul Don’t Hurt Yourself. Lagu ini dengan sengaja dihentikan sejenak untuk memperdengarkan potongan pidato Malcolm X: “Wanita yang paling tidak dihormati di Amerika adalah wanita kulit hitam. Manusia paling tidak dilindungi di Amerika adalah wanita kulit hitam. Manusia paling diabaikan di Amerika adalah wanita kulit hitam.” Sekaligus menjadi penegasan apa yang ingin ia sampaikan dalam album ini.

Dalam lagu Sorry, Beyonce juga menyinggung anggapan bahwa tampilan rambut alami wanita kulit hitam adalah tampilan yang jelek. Lirik lagu ini memang banyak menyinggung tema perselingkuhan, namun kalimat “He better call Becky with the good hair” yang menurut Larissa Green, seorang pengamat media sosial, bukanlah ungkapan kesal atas ketidaksetiaan suami Beyonce, namun lebih kepada suara perempuan kulit hitam, yang sering diabaikan karena bentuk rambut yang tidak “teratur” seperti kebanyakan rambut perempuan kulit putih –dalam kalimat ini dipanggil “Becky”.

Kemudian pada bagian film untuk lagu Forward –yang sebagian besar dinyanyikan oleh James Blake– ditampilkan ibu dari Trayvon Martin, Eric Garner, dan Michael Brown yang masing-masing memegang portret anak-anaknya yang mati karena ditembak polisi. Kematian mereka memancing demonstrasi Black Lives Matter, yang menuntut agar kebrutalan polisi, khususnya terhadap warga kulit hitam, diadili.

Dilanjutkan dengan penampilan energik lagu Freedom, yang dengan tegas menyatakan keinginan untuk terbebas dari opresi. Beyonce menyanyikan “Painting white flags blue” yang mengecat bendera tanda menyerah (putih) dengan warna biru, tanda kegigihan.

Album ini ditutup dengan Formation, yang pertama kali ditampilkan dalam pertunjukan paruh waktu Super Bowl ke-50. Dalam penampilannya, Beyonce berpakaian yang diinspirasi oleh Michael Jackson dan tim penarinya berpakaian seperti anggota Black Panther Party, sebuah organisasi kulit hitam revolusioner dan sosialis.

Formation memang tidak masuk dalam film Lemonade, namun juga sarat pernyataan protes. Dalam lagu ini, ia membanggakan latar belakangnya sebagai wanita kulit hitam –budaya kaumnya– yang luar biasa sukses. Ia juga menunjukkan keadaan katastopis New Orleans pasca badai Katrina.

Kondisi pasca badai Katrina disebut sebagai salah satu indikator adanya rasisme terhadap warga kulit hitam di Amerika Serikat. Menurut majalah Jacobin, orang-orang kulit hitam yang selamat dari badai tidak disorot sebagai penyintas tapi sebagai penjarah. Media saat itu juga disebut membangun histeria tentang korban selamat yang mengungsi ke kota-kota tetangga.

Namun, video Formation juga mendapat kecaman dari korban badai Katrina. Video ini tidak disertai peringatan bahwa akan ditunjukkan pemandangan pasca badai, yang memicu trauma korban yang menontonnya. Selain itu, Beyonce juga dikritik karena narasi badai Katrina bukanlah miliknya.

Formation, sebagai single pertama dari album ini, sedikit banyak meringkas pernyataan-pernyataan Beyonce dalam album ini. Ia membanggakan kaumnya dan latar belakangnya (sebagai wanita, kulit hitam, dan wanita kulit hitam) tanpa kehilangan pesonanya yang khas: “I slay, I slay, all day.