Program dari Sinergi Muda, Cluster Post Graduated & Worklife telah melakukan diskusi Personal Branding yang Baik bagi First Jobber yang dinarasumberi oleh Fitria Umami, HR Recruitment Specialist Tokopedia di Kantor Sinergi Muda, Kemang, Jakarta, Rabu (18/02/2017).

Diskusi tersebut mencoba mencari jawaban permasalahan yang dialami anak muda, khususnya Geny-Y, yang baru memulasi masuk dunia pekerjaan. Biasanya pelaku pekerja baru atau fresh graduate ini sering merasa canggung untuk mencari atau melamar pekerjaan.

Lalu bagaimana seharusnya para fresh graduate sebelum terjun di dunia pekerjaan?

Simak petikan wawancara Cluster Post Graduated & Worklife dan IndonesianYouth.org bersama Fitria Umami, HR Recruitment Specialist Tokopedia:

Apa yang menjadi fokus utama seorang HR mencari kandidat fresh graduate?

Pengetahuan dan ketertarikannya tentang posisi yang dilamar pada saat interview, pengalaman magang dan keterlibatannya dalam sebuah proyek.

Bagaimana CV seorang pelamar kerja?

Tergantung kebutuhan perusahaan, biasanya lebih sering melihat: experience (pengalaman kerja, magang, atau pernah ikut project), latar belakang pendidikan, tahun lulus, reputasi sekolah atau perguruan tinggi, dan rentang lulus sampai punya kegiatan seberapa lama (untuk mencari tahu pengalaman setelah lulus). Sebenarnya untuk lokasi domisili juga dipertimbangkan, karena apabila ada pelamar yang berdomisili di luar kota dan jangkauannya cukup jauh, akan sangat menyulitkan kedua belah pihak, kecuali memang talent pool-nya sulit didapatkan di kota dimana kantornya berada. Biasanya wawancaranya menggunakan video call.

Adakah kendala ketika proses penerimaan karyawan khusus fresh graduate?

Sebenarnya untuk proses penerimaan karyawan baru khusus fresh graduate lebih mudah, karena kecenderungan mereka untuk mencari pekerjaan, terlebih lagi pada saat event job fair. Ada juga semacam workshop di beberapa kampus yang dapat dijadikan talent pool sekaligus dengan cara mengerjakan studycase tertentu, jadi kita dapat memperoleh hasil dan menentukan kandidat mana yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Yang terpenting adalah bagaimana cara perusahaan menguatkan brandingnya supaya para kandidat yang ingin melamar di perusahaan tersebut tertarik untuk mencoba.

Lebih memilih untuk menerima karyawan fresh graduate atau yang sudah berpengalaman?

Tergantung posisi yang dibutuhkan. Fresh graduate tidak terlalu bermasalah untuk penyesuaian corporate culture, tapi untuk yang yang sudah berpengalaman akan cenderung lebih susah.

Manakah yang lebih efektif untuk menerima calon pegawai, dari 3rd party/referral/email perusahaan?

Tergantung reputasinya, untuk 3rd party cenderung kurang relevan, referral lebih penting dan risiko untuk fraud lebih kecil, selama tidak ada unsur KKN di dalamnya, dan untuk posisi manajerial ke atas lebih cenderung menggunakan Linkedin.

Seperti apakah tren perusahaan dalam mencari calon karyawan?

Untuk fresh graduate cenderung lebih mudah melakukan penerimaan calon karyawan dari job fair, karena proses penerimaan dari kampus cenderung lebih jelas dan efektif.

Apa media sosial personal branding berpengaruh untuk menyaring kandidat?

Berpengaruh untuk posisi tertentu, tapi tidak menjadi patokan utama untuk menentukan kandidat tersebut.

Mindset almamater apakah berpengaruh kuat di sebuah perusahaan?

Untuk pengaruh penerimaan tidak, karena kita membuka kesempatan dari banyak perguruan tinggi, tetapi untuk pengaruh talent pool cenderung tinggi bagi perusahaan startup.

Ketika kita melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan terakhir kita, apakah perusahaan masih mempertimbangkannya, minimal diberikan kesempatan untuk wawancara kerja?

Untuk fresh graduate tidak terlalu bermasalah, selama dia dapat mencantumkan portfolio yang masih sesuai dengan posisi yang diminatinya dan bagi yang sudah berpengalaman tinggal melihat keterampilan dan pengalamannya selama ini.

Lebih memilih soft skill atau hard skill dalam menentukan kandidat bagi perusahaan?

Sebenarnya kedua hal tersebut harus seimbang, tapi pada kenyataannya cukup sulit menemukan kandidat yang seperti itu, jadi tergantung posisi pekerjaannya. Untuk posisi pekerjaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan dan manajerial keatas lebih cenderung melihat soft skill, baru kemudian hard skill.

Bagaimana cara me-retain para karyawan, terutama para Gen-Y, agar mereka lebih lama bertahan di perusahaan tersebut?

Pastinya harus menjaga komunikasi dua arah, sosialisasi dengan jelas, lebih mendekati mereka untuk mengetahui apa yang mereka inginkan, dan selalu menjaga hubungan baik. Kecenderungan Gen-Y lebih ingin dikenal/eksis dan ingin didengarkan.

Apakah Gen-Y lebih perhitungan terhadap benefit yang diterimanya?

Tergantung informasi yang diterima, biasanya seseorang akan menjadi perhitungan ketika dia mendapatkan informasi bahwa benefit di tempat lain dengan porsi kerja yang sama ternyata lebih menarik dibandingkan dengan apa yang dia dapatkan saat ini. Yang jelas, kita harus pandai-pandai bersyukur dalam menerima apapun yang berguna bagi kita.

Kenapa perusahaan merekrut anak magang?

Untuk pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya lebih ke operasional dan butuh banyak orang, kehadiran anak magang akan sangat membantu dan yang paling penting supaya mereka bisa mempelajari sistem kerja secara nyata. Sehingga mereka dapat memberikan kesan positif tentang pengalaman selama magang kepada teman-temannya di kampus.