Program Cluster Sinergi Muda (SM) kembali bergulir. Setelah sebelumnya Cluster Pendidikan, kini giliran Cluster Kesehatan Kesejahteraan (Keskes) yang menggelar diskusi di Kantor Sinergi Muda, Jakarta, Minggu (30/01/2017).

Dalam diskusi tersebut diketahui bahwa anak muda masih sangat minim kepeduliannya dengan kesehatan, baik menjaga kesehatan individu itu sendiri atau membantu kesehatan orangtua. Padahal, anak muda yang berstatus sebagai mahasiswa kedokteran saat ini cukup banyak.

“Masih kurang banget. Banyak yang enggak aware terhadap isu kesehatan. Padahal mahasiswa rumpun kesehatan bisa banget promotif dan preventif, tapi mereka lebih pilih belajar dan lulus,” kata Mita perwakilan AMSA Usakti.

Hal senada juga dikatakan perwakilan Staying Alive, Jonathan, yang menilai anak muda tidak peduli dengan kesehatan orangtua. Padahal tidak mungkin kalau orangtua membantu orangtua lainnya yang sakit.

Para narasumber juga meyoroti penyebab kesehatan di Indonesia yang masih belum bisa dikatakan baik. Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) misalnya, hingga kini belum bisa menjadi solusi kesejahteraan masyarakat lantaran sistem yang belum bisa memudahkan kalangan bawah, dan tak jarang berbenturan dengan pihak rumah sakit dan dokternya itu sendiri.

Di lain sisi, masyarakatnya juga belum memahami tentang pengetahuan kesehatan secara tepat. Ini juga menjadi tanggung jawab para anak-anak muda terdidik di bidang kesehatan yang masih kurang terjun ke masyarakat untuk mengedukasi kesehatan.

“Orangtua masih belum banyak yang percaya manfaat dan pentingnya dari vaksin,” ujar perwakilan CIMSA UIN, Andi, mencontohkan.

Kendati begitu, meski di tengah keterbatasan, menurut Jonathan, dokter-dokter di Indonesia memiliki kompetensi yang melebihi dokter di luar negeri. Alasannya, sang dokter banyak belajar dari pasien di tengah keterbatasan.

“Jenis penyakit banyak sedangkan fasilitas dan teknologi terbatas, dokter di Indonesia jadi banyak belajar dari banyak pasien dalam keterbatasan. Kompetensi dokternya jago-jago dibanding luar negri,” ungkap Jonathan.

Cluster sendiri merupakan program Sinergi Muda untuk terus mengakomodir kebutuhan Anak Muda Indonesia yang sesuai minat dan ketertarikan mereka, yang terdiri dari sembilan kelompok isu yakni Pendidikan, Post Graduate, Minat dan Bakat, Bahasa dan Budaya, Information Communication and Technology (ICT), Kesehatan dan Kesejahteraan, Media, dan Lingkungan.