Setelah bernapas cukup lega di liburan –yang rasanya tak pernah cukup– tahun ajaran akan segera kembali bertamu dan mendominasi aktivitas kita sehari-hari. Tahun ajaran baru memiliki kisahnya masing-masing. Tahun ajaran baru bagi sebagian orang adalah permulaan yang baru: naik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan lingkungan dan suasana baru.

Tahun ajaran baru juga menjadi paling mendebarkan bagi para lulusan SMA. Karena, di masa ini, mereka mesti menentukan jurusan yang ingin diembannya di perguruan tinggi. Tapi, kerap kali mereka kebingungan dengan latar belakang jurusan itu sendiri. Entah karena terlalu banyak atau sangat sedikit pilihan, kurangnya informasi tentang apa yang dipelajari di suatu jurusan, atau kebingungan karena tidak tahu kerja apa yang cocok dengan jurusannya.

Padahal, –sudah banyak yang mengatakan– sebelum menentukan jurusan ada baiknya kita cari tahu benar apa yang sebenarnya ingin dicita-citakan. Kalau kita sudah benar-benar tahu, maka akan lebih mudah mencari informasi dan perguruan tinggi yang tepat, sesuai dengan keinginan.

Kali ini saya akan berbagi sedikit cerita tentang jurusan yang sedang digeluti, yang semoga bermanfaat bagi teman-teman yang sedang galau-galaunya menentukan jurusan kuliah, entah sebagai referensi atau sekedar tahu dulu saja.

Saya adalah mahasiswi yang akan segera masuk tingkat 4 di Universitas Indonesia, di Fakultas Teknik yang katanya fakultasnya “laki-laki”, dan di jurusan yang bisa dibilang sepi perempuan, yaitu Teknik Metalurgi dan Material.

Di tahun ke empat ini saya sudah berkali-kali mendengar komentar dan pertanyaan dari keluarga tentang jurusan yang diambil seperti, “Teknik Metalurgi belajar apa ya?” atau “Oh itu teknik yang belajar ramalan cuaca ya? (re: meteorologi)”. Hal ini karena pada kenyataannya pengetahuan mengenai Teknik Metalurgi dan Material yang sangat sangat terbatas dan di Indonesia sendiri tercatat hanya ada tujuh universitas yang menyediakan program studi ini.

Jadi, apa sih Teknik Metalurgi dan Material?

Perlu diluruskan bahwa Metalurgi adalah hal yang benar-benar berbeda dari Meteorologi yang selalu dikaitkan dengan prediksi cuaca. Metalurgi sendiri merupakan ilmu terkait pengerjaan atau pengolahan logam sehingga diperoleh logam yang berguna.

Dari definisi metalurgi tersebut, secara umum Teknik Metalurgi dan Material adalah jurusan yang mempelajari pemrosesan berbagai macam material, logam maupun nonlogam, dari sumber daya yang tersedia di alam hingga menjadi material (atau bahkan produk jadi) yang nilainya lebih tinggi, dan tentunya, berguna.

Lantas, apa yang yang dipelajari di jurusan ini?

Secara keseluruhan dari pengolahan material tentunya. Dimulai dari mendalami struktur mekanik serta karakteristik tiap-tiap material, metode pengambilan ataupun ekstraksi mineral dari bumi, serta berbagai metode pemrosesan dan manufaktur material seperti peleburan logam, pengecoran (baik logam dan nonlogam), welding atau bahasa umumnya “pengelasan”, dan lainnya.

Kemudian, lulusan jurusan ini biasanya mengarah kemana ya?

Jika meninjau berbagai macam mata kuliah yang dipelajari, mulai dari pengolahan mineral, pengujian material, metalurgi ekstraksi, teknologi polimer, heat and surface treatment, pengecoran, korosi, failure analisis, dan mata kuliah lainnya, bisa dibilang lingkup ilmu yang sesuai untuk lulusan Teknik Metalurgi dan Material sektor kariernya cukup luas. Mulai dari industri pertambangan dan ekstraksi, manufaktur, oil and gas, maupun bergerak di bidang penelitian, bahkan pemerintahan.

Di sektor-sektor tersebut biasanya lulusan Teknik Metalurgi dan Material berperan sebagai engineer ataupun inspector, yang juga terkait dengan kontrol kualitas (quality control dan quality assurance). Tak sedikit pula lulusan jurusan ini menjadi wiraswasta yang bergerak di bidang manufaktur dan pengolahan material.

Sejauh 6 semester menjalani, mulai dari belajar di kelas sampai kerja praktik di salah satu perusahaan manufaktur alat berat, menjadi mahasiswi Teknik Metalurgi dan Material membutuhkan ketekunan dan kemauan.

Banyak yang bilang bahwa kuliah teknik itu susah, melelahkan, apalagi untuk perempuan –walau tak sepenuhnya salah juga. Tapi sejauh semua dijalankan dengan kemauan dan ketekunan, rasanya semua bisa dijalani, tak peduli laki-laki atau perempuan, dahulu juara kelas atau bukan. Namun terpenting adalah kita harus menyukai apa yang kita lakukan.

Itulah sedikit yang bisa saya bagi mengenai jurusan kuliah yang saya ambil, semoga memberi pencerahan sedikit bagi yang sedang pusing memilih jurusan kuliah atau menambah ilmu. Semoga nantinya akan makin sedikit orang yang “tersesat” dan “terjebak” memilih jurusan karena minimnya informasi.