Dekorasi mewah dengan warna senada di satu meja, berhiaskan bunga-bunga segar, lampu-lampu antik, balon-balon helium, juga peralatan makan dan minum. Akan ada perayaan, di mana seorang perempuan akan mengenakan slayer bertuliskan “Bride to Be” atau menggunakan hiasan ala pengantin, lalu wajahnya dicorat-coret dengan alat-alat perias wajah. Mungkin untuk sekadar lucu-lucuan. Di acara ini, mereka bertemu, berkumpul, bercerita, dan menghabiskan waktu bersama. Begitulah salah satu gambaran bridal shower ala Indonesia.

Kenyataannya, tak hanya cara berpakaian, gaya hidup, makanan, atau budaya modern yang berbaur dengan budaya lokal Indonesia, acara bridal shower juga menjadi tren beberapa tahun belakangan. Perlu diketahui, bridal shower sendiri merupakan sebuah pesta yang khusus diadakan untuk calon pengantin perempuan sebelum melepas masa lajang. Dalam perayaan ini, biasanya teman-teman calon pengantin memberikan hadiah berupa barang atau uang yang bisa digunakan setelah menikah. Perayaan ini biasanya dilakukan dua sampai empat minggu sebelum digelarnya pernikahan.

Awalnya, pada 1890-an, bridal shower adalah sebuah tradisi yang ada di Belanda, Kanada, Australia, Amerika Serikat, juga Selandia Baru. Dulu, perayaan ini dianggap sebagai pengganti mas kawin.

Kisah bridal shower bermula dari seorang pria baik hati yang bekerja untuk kemanusiaan, yang hendak melamar seorang gadis desa. Namun, pria itu tidak memiliki mas kawin untuk diberikan kepada sang kekasih karena miskin. Padahal, mas kawin ini menjadi benda wajib sebagai syarat pernikahan mereka. Mendengar itu, warga di desa tempat mereka tinggal tergerak hatinya dan kemudian menyumbangkan sebagian harta benda mereka untuk diberikan kepada keluarga wanita.

Hadiah demi hadiah pun terus berdatangan. Jika diakumulasikan, hadiah pemberian warga desa tersebut cukup untuk membeli rumah yang besar. Berkat kebaikan hati mereka, akhirnya sang pria dan wanita itu pun menikah dan hidup bahagia. Dari sanalah tradisi bridal shower terus berkembang.

Di Indonesia bridal shower mengalami pergeseran makna. Bila di luar negeri, bridal shower turut dihadiri oleh keluarga calon pengantin perempuan yang berperan sebagai tamu, di Indonesia, perayaan ini hanya dihadiri sahabat-sahabat dekat. Selain itu, bridal shower ala Indonesia lebih dijadikan momen kumpul-kumpul, bukan ajang pemberian hadiah seperti seharusnya.

“Gue sih enggak pakai kado. Kadonya sudah dalam bentuk bridal shower dan di dalamnya mencakup kue, bunga, dan lain-lain,” ujar Desy Hartini, salah satu anak muda yang pernah mengadakan bridal shower lewat jasa party planner ini, kepada IndonesianYouth.org.

Rupanya, untuk membuat sebuah bridal shower, biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Desy mengaku ia dan kedelapan teman lainnya harus merogoh kocek sekitar Rp 500 ribu per orang. Bila dijumlahkan, hampir mencapai Rp 5 juta untuk sebuah bridal shower yang lengkap dengan dekorasi, makanan, kue, dan lain-lain.

Acara ini sudah menjadi semacam fenomena di Indonesia dan tidak sedikit yang mengadaptasi tren ini. Namun, apakah perlu menyiapkan bridal shower untuk calon pengantin perempuan, meski hal tersebut bukan menjadi bagian dari tradisi Indonesia? Perlukah juga merogoh kocek dalam hingga jutaan rupiah demi kumpul-kumpul atau makan bersama?

“Kalau dibilang wajib sih enggak juga, tapi kalau buat sahabat dekat biasanya memang ada bridal shower yang bisa kita hias atau atur sendiri. Yang sederhana juga oke. Kan yang penting kumpul-kumpul, sesi curhat, sama makan barengnya,” sebut Desy.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ola Harika, pemilik party planner Little Thoughts Party Planner.
“Sebenarnya, sih, bridal shower tidak diharuskan. Tapi, sekarang banyak yang terpengaruh dan lihat trennya dari media sosial jadi banyak yang melakukannya,” katanya seperti dikutip dari Detik.com.

Bagaimanapun, bridal shower ini tergantung masing-masing dari kita memaknainya. Jika ingin membuat perayaan ini terasa spesial, tak ada salahnya mempersiapkannya sedetail mungkin. Mulai dari dekorasi, makanan, hingga susunan acaranya. Kendati begitu, tak ada salahnya juga jika membuat bridal shower sesederhana mungkin jika tujuannya hanyalah berkumpul. Sebab, seperti yang sudah dipahami, bridal shower bukanlah ajang gaya-gayaan atau ikut-ikutan tren saja. Ini merupakan momen intim bersama sahabat tersayang sebelum ia menikah dan memulai tahap baru di hidupnya.