Dikabarkan akan ada sekitar 500 ribu buruh turun ke jalan untuk menyuarakan hak dan tuntutannya pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day besok, Senin (01/05/2017). Aksi itu rencananya akan menyuarakan beberapa hal di antaranya menghapus outsourcing dan magang, jaminan sosial, tolak upah murah, menghapus less cash society, dan isu tenaga kerja asing.

“Hapus outsourching dan pemagangan, berikan jaminan sosial, dan tolak upah murah. Itu isu yang akan kami bawa dalam aksi nanti,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di Jakarta, Jumat (28/4/2017), seperti dikutip dari Liputan6.com.

Hal yang sama juga akan disuarakan Asosiasi Serikat Pekerja Indonesa (Aspek). Hanya saja bedanya, Aspek menuntut soal kebijakan Kementerian Ketanagakerjaan (Kemnaker) yang menghilangkan kewajiban kemampuan berbahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 16/2015 sebagai revisi Permenaker Nomor 12/2013. Sehingga, membuat banjirnya tenaga kerja asing di Tanah Air.

Hal lainnya adalah less cash society atau Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Aspek menilai kebijakan ini membuat semakin meningginya angka pengangguran di beberapa sektor, seperti pekerja jalan tol dan karyawan perbankan.

Untuk lokasinya sendiri, rencananya Istana Negara akan menjadi pusat unjuk rasa para buruh besok.

Dengan begitu, bila kalian ada yang ingin berpergian besok, sebaiknya hindari titik-titik yang menjadi pusat unjuk rasa.

sumber lainnya: Bisnis.com