Saya adalah anggota generasi remaja perempuan yang mengenal kata swag atau swagger dari Justin Bieber. Dulu, saya kira ia berjasa mempopulerkan kata itu, atau bahkan yang menciptanya.

Namun, ternyata sebelum Bieber, Jay-Z sudah memakai kata itu, bahkan mengaku ia menciptakannya. “I invented swagger,” tembangnya dalam lagunya yang berjudul Otis.

Tetapi beberapa bulan kemudian, saya menemukan ternyata pencipta kata ini adalah William Shakespeare.

Kata swagger, —swag dalam versi pendek– banyak digunakan dalam budaya pop, terutama dalam genre hip-hop. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan subjek yang luar biasa keren (bergaya hidup kaya raya dan penuh kilau). Kata itu pertama kali muncul pada karya Shakespeare yang berjudul Henry V dan A Midsummer Night’s Dream.

Banyak kata yang pertama kali muncul dalam karya Shakespeare, namun ini tidak mesti berarti Shakespeare penciptanya. Biasanya, kata digunakan dalam percakapan sebelum ditulis. Ambillah contoh berbagai ungkapan slang seperti “slebor” yang masuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Mungkin, beberapa kata baru yang ia tulis, sebenarnya tidak benar-benar baru.

Kata-kata diciptakan Shakespeare bukanlah kata serapan yang ia lakukan sendiri, namun juga oleh masyarakat Inggris. Selain itu, Shakespeare hidup pada masa di mana humanisme sedang naik daun. Pada masa ini, karya sastra sering berfokus pada emosi manusia. Maka, jika ada emosi manusia yang belum bisa dideskripsikan dengan kosakata yang ada, terciptalah kata baru.

Menurut berbagai sumber, Shakespeare menciptakan (atau pertama kali menuliskan) ribuan kata. Kata-kata itu muncul, di antaranya, dengan memberi prefiks dan suffiks, menyambungkan kata-kata yang tidak berdampingan, mengubah kata kerja menjadi kata sifat, dan mengubah kata benda menjadi kata kerja.

Sulit membayangkan bahasa Inggris tanpa kata-kata yang pertama kali ditulis Shakespeare. Banyak di antara kosakata yang ia tulis yang sangat mengakar dalam penggunaan sehari-hari, seperti lonely, fortune-teller dan downstairs.

Maka, minggirlah, Jay-Z, kamu bukan pencipta swagger!