Sebagai anak muda, berkontribusi positif untuk Indonesia adalah sebuah kewajiban laten yang sudah semestinya dilakukan. Berbagai cara dapat dilakukan, salah satunya menjadi bagian dari kegiatan IndonesianYouth Conference (IYC) 2017.

Konferensi yang akan dilakukan pada akhir tahun ini rupanya tak semata diperuntukkan dan memberikan dampak bagi pesertanya saja, namun juga semua elemen yang terlibat, termasuk panitia.

Menjadi panitia IYC –seperti yang sudah diulas pada tulisan sebelumnya— nyatanya telah banyak memberikan manfaat. Terlibat di IYC akan memberikan sebuah pengalaman baru dan seru yang mungkin belum pernah didapatkan sebelumnya. Apa yang akan kamu kerjakan di IYC nanti mungkin saja tidak tercantum dalam buku teori yang kamu pelajari di sekolah atau kuliah. Tentu, pengalaman ini akan menjadi pelajaran dan bekal baik untuk membentuk karakter dan kemampuanmu dalam berorganisasi.

Sebagai bukti, tak sedikit nama-nama beken yang kamu kenal saat ini menuai kesuksesan dalam kariernya usai menjadi bagian kepaniataan IYC. Siapa saja sih mereka?

Neida Aleida (Kreatif IYC 2012)

kredit: IndonesianYouth.org

Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan nama satu ini. Betul, ia merupakan seorang vokalis Band HiVi. Neida, ketika itu, ikut ambil bagian dari panitia IYC 2012 dan tergabung ke dalam Divisi Kreatif.

Neida pun menceritakan awalnya saat ingin bergabung dengan IYC. Ceritanya, saat masih mengenyam bangku pendidikan SMA, Neida berkeinginan belajar organisasi. Dirinya pun berselancar di dunia maya dan tertarik IYC memiliki banyak topik menarik.

“Dulu pas SMA pengen belajar berorganisasi di lingkup yang lebih luas dan belajar sama orang-orang yang lebih berpengalaman karena sebelumnya Cuma organisasi di sekolah kayak OSIS,” ungkapnya kepada IndonesianYouth.org

“Sempat browsing-browsing dan tertarik dengang IYC karena lingkup topiknya yang luas banget dari art, pendidikan, entrepreneurshop, budaya, politik kayaknya semua ada tuh di IYC,” tambahnya.

Ketika itu Neida berharap dengan terlibat di panitia IYC dirinya menjadi lebih banyak mengenal orang sekaligus untuk pendewasaan diri.

“Yang diharapkan waktu itu bisa kenal banyak orang dan juga untuk pendewasaan diri karena enggak kerja lagi sama anak SMA, jadi harus lebih professional,” katanya.

Penyuka makanan sushi itu pun mengakui bahwa IYC dirinya bertambah lebih baik, terutama dari sisi manajemen waktu dan kepercayaan diri.

“Setelah gabung IYC, ngerasa tambah bagus dari segi managemen waktu dan kepercayaan diri,” sebut Neida.

Irma Fadhilla (Dokumentasi IYC 2012-2013)

kredit: IndonesianYouth.org

Irma Fadhila atau akrab disapa Dhilla usianya masih 17 tahun kala itu, saat menjadi Panitia Dokumentasi IYC 2012-2013. Menurutnya, Anak muda harus lebih kritis dan tidak apatis.

Dhilla mengungkapkan alasannya bergabung dengan IYC kala itu. Menurutnya, sebagai anak muda harus lebih kritis dan tidak apatis.

“Karena kadang dengan pemikiran kritis bisa muncul ide-ide baru yang akan berguna ke depannya entah untuk diri lo sendiri atau masyarakat,” katanya.

Penyuka fotografi ini melanjutkan, saat bergabugn dengan IYC dirinya merasakan sangat senang. Sebab, meski dirinya masih terbilang sangat muda suaranya selalu dengar dan tidak disepelekan.

“Jujur gue senang banget suka ada rapat, hangout sama teman-teman baru yang kebanyakan lebih tua. Jadi dapat perspektif baru dalam segala hal, dan gue merasa walau waktu itu gue panitia termuda, suara gue selalu didengar dan enggak disepelein,” tuturnya.

IYC, dikatakan Dhilla, cukup memiliki pengaruh dalam kariernya saat ini. “I know how to interact with any kind of people despite the difference in age, personality, perspective etc. Jadi lebih menghargai pendapat orang lain juga. Oh, dan berorganisasi! Gue jadi paham bagaimana strukturnya seperti SC-OC contohnya, dan beberapa telah gue terapkan pada beberapa divisi dalam beberapa organisasi yang gue jalankan setelahnya,” sebutnya.

Saat ini Dhilla merupakan seorang freelance photographer, content writer, musisi, dan sedang mengejar gelar BA. Dhila memiliki passion yang tinggi terhadap fotografi. Foto-foto yang ia hasilkan sudah masuk ke beberapa pameran seni tingkat nasional maupun internasional. Karya-karyanya tersebut telah diperkenalkan di Jakarta, Berlin, bahkan majalah-majalah ternama.

Sebelum menjadi fotografer, Dhilla sendiri sudah berkecimpung dalam bidang pemasaran visual, pemasaran sosial media, copywriting, dan SEO seorang content writer di industri fashion. Hebat ya!

Sekar Krisnauli Tandjung (Media – IYC 2013)

kredit: IndonesianYouth.org

Bagi Sekar Krisnauli Tandjung, yang ketika itu masih berusia 16 tahun, IYC merupakan ajang yang dapat menginspirasi banyak anak muda untuk memperdalam isu sosial dan politik, sekaligus menjadi tempat yang dapat berkontribusi lebih terhadap isu yang dipedulikannya.

“Menjadi bagian dari sebuah perhimpunan besar dan ternama seperti kepanitiaan IYC dan Sinergi Muda juga merupakan suatu kebanggaan bagi saya, murid SMA yang gemar berorganisasi. Saya ingin menjadi bagian dari suatu pergerakan yang menjunjung tema kesejahteraan sosial dan kesadaran politik khususnya bagi pemuda Ibu Kota,” katanya.

Begabung dengan IYC, Perempuan yang kini menjadi jurnalis di ABS News ini bertujuan untuk mendapat pengalman yang memungkinkan dirinya menghasilkan seusatu yang nyata selain pembelajaran di sekolah.

“Selain itu,” ujar Sekar, “saya mencari kesempatan untuk belajar dari orang-orang yang lebih tua dan lebih berpengalaman dari saya, dan itu membuat saya mendapatkan apa yang saya inginkan,” ceritanya.

Citra Natasya (Ketua IYC 2011)

kredit: IndonesianYouth.org

Terakhir, ada Citra Natasya. Tingginya minat yang berhubungan dengan anak muda, membuat dia bergabung dengan IYC dan berkesempatan menjadi ketua IYC pada 2011.

Bergabung dengan IYC, Citra beralasan kegiatan anak muda ini bisa menjadi tempat menyalurkan minat organisasi di luar kampus, dengan harapan menambah ilmu dan teman.

“IYC memiliki visi dan misi yang baik dan merupakan sebagai langkah awal dari sisi anak muda untuk menjadikan Indonesia lebih bersinergi,” kata perempuan kelahiran 16 Juli itu.

Berdasarkan pengalamannya, Citra menjelaskan apa yang dimulai dari anak muda, bisa menjadi tren, dan menjadikan IYC sebagai tren, sama dengan membuat perubahan untuk mengajak lebih banyak lagi anak muda agar concern dengan isu dan solusi yang dihadapi negerinya.

Lalu apa sih sebenarnya yang didapat setelah terlibat di IYC? Citra menilai, anak muda yang terlibat dalam kegiatan ini akan mendapatkan, “Priceless experience, knowledge, true friends, and pride,” ungkapnya.

Jadi, apa kamu masih ragu untuk bergabung dan terlibat di kepanitiaan IYC 2017? Daftar di sini yuk!