Berbagai aksi teror di belahan dunia, termasuk di Indonesia, faktanya menjadi momok dan ancaman tersendiri bagi seluruh lapisan masyarakat. Khusus di Indonesia, permasalahan tersebut sebenarnya agak berbanding terbalik mengingat Tanah Ibu Pertiwi memiliki keberagaman yang tertuang dalam selogan Bhinneka Tunggal Ika.

Melihat itu, sekaligus sebagai bagian dari Indonesian Youth Conference 2017, Indonesian Youth Pitstop hadir kembali, bersama organisasi Indonesia Berbicara, dengan mengusung tema “Kebhinnekaan dalam Ramadan” untuk mengajak Anak Muda Indonesia bisa semakin memahami indahnya perbedaan, terutama di bulan Ramadan ini.

Ketua Indonesia Youth Conference 2017 Stefanus Wibawa menjelaskan, pembahasan ini akan sejalan dengan poin-poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-16: berisi perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh; serta poin ke-17 dengan isi kemitraan untuk mencapai tujuan yang dicanangkan United Nations (UN).

“Disangkutkan dengan Sustainable Development Goals karena kami menyadari bahwa perdamaian, stabilitas, HAM, serta pemerintahan yang baik dan efektif sesuai aturan hukum merupakan jalur untuk menuju pembangunan berkelanjutan, seperti pada poin 16. Lalu, poin-poin kebhinekaan itu sendiri akan lebih mudah dicapai dan digalakan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” tutur Stefanus.

Melalui acara ini, dikatakan Stefanus, diharapkan Anak Muda Indonesia semakin percaya bahwa keberagaman adalah berkat bagi Indonesia dan kita pun bisa memegang peranan penting dalam menjaga kebhinekaan bangsa Indonesia. Khususnya, agar tidak termakan oleh golongan-golongan yang intoleran dan menyebarkan paham radikalisme.

“Maka dari itu kami mengundang Anak Muda Indonesia untuk turut berdiskusi menjawab tantangan dalam kebhinekaan,” ujarnya.

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut seperti Wasisto Raharjo (Peneliti LIPI), Ilman Dzikri (Indonesian Network Coordinator for United Nations SDSN Youth), serta Irfan Hakim (CEO MasterPeace Writing Labs).

Selain berdiskusi, “Kebhinnekaan dalam Ramadan” juga akan diisi dengan ajang silaturahmi dan buka puasa bersama dengan para peserta diskusi yang berasal dari berbagai komunitas di Jabodetabek.