Identitas medis merupakan kartu tanda pengenal medis. Identitas medis memiliki urgensi yang sama dengan kartu tanda pengenal penduduk karena langsung berhubungan dengan tubuh kita. Contoh informasi yang paling mendasar dari identitas medis adalah golongan darah. Apakah pernah terpikir bahwa golongan darah yang tercantum di KTP memiliki urgensi?

Palang Merah Indonesia (PMI) menjelaskan, urgensi dari seseorang memiliki identitas medis adalah sebagai pengenal apabila orang tersebut membutuhkan pertolongan medis, terlebih lagi saat berada pada kondisi darurat, seperti mengalami kecelakaan atau korban bencana.

Palang Merah Indonesia, sebagai salah satu lembaga yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, memfasilitasi pendataan identitas medis tersebut dengan pembuatan kartu donor darah yang berisi informasi nomor identitas dari PMI, nama lengkap, alamat, tempat tanggal lahir, wilayah, nomor telepon, jenis kelamin, dan paling penting adalah golongan darah serta rhesus (protein yang terdapat pada sel darah merah). Dengan memiliki identitas medis maka dapat dijamin seseorang akan mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin.

Informasi paling mendasar dari identitas medis adalah informasi mengenai golongan darah. Blood type (golongan darah) adalah sebuah pengklasifikasian darah berdasarkan kehadiran atau ketidakhadiran substansi antigen yang menempel pada permukaan darah merah. Untuk mengetahui golongan darah dari setiap individu harus dilakukan pengecekan darah, biasanya kerap sering dilakukan sebelum melakukan donor darah. Apa golongan darahmu?

Kita mungkin sudah tidak asing dengan kegiatan donor darah. Tapi, sudah pernahkah kita melakukannya?

Pendonor darah atau donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela atau pengganti untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk kemudian dimanfaatkan dalam transfusi darah. Menurut PMI, kebutuhan darah di Indonesia adalah dua persen dari seluruh jumlah penduduk dan saat ini baru terpenuhi sebanyak tiga juta kantong setiap tahunnya atau sekitar 75 sampai 80 persen.

PMI sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang kemanusiaan selalu memberikan wawasan kepada masyarakat khususnya anak muda untuk peduli kepada sesama dengan melakukan donor darah. Upaya yang dilakukan PMI untuk mengedukasi masyarakat adalah dengan melakukan sosialiasasi ke sekolah dengan mengadakan Palang Merah Remaja (PMR) yang juga terjun ke masyarakat secara langsung.

Beberapa prosedur dalam melakukan pendonoran darah yang pertama yakni pemeriksaan pendahuluan meliputi konseling, isi formulir, timbang berat badan, pemeriksaan kadar hemoglobin, dan baru kemudian pemeriksaan golongan darah. Apabila sudah memenuhi standar tersebut, prosedur selanjutnya adalah pemeriksaan dokter yaitu pemeriksaan tekanan darah, nadi, suhu, riwayat medis, dan fisik.

Pada saat pemeriksaan riwayat medis, pendonor akan dicek apakah darahnya layak atau sehat untuk didonorkan dengan menggunakan parameter. Cara mengetahuinya adalah dengan mengecek dengan parameter apakah darah terhindar dari Hepatitis B, Hepatitis C, HIV I/II dan sifilis. Apabila darah terbebas dari keempat penyakit tersebut maka darah sehat untuk didonorkan.

Kita sering mendengar bahwa periode donor darah bisa dilakukan setiap tiga bulan sekali. Namun, saat ini donor darah sudah bisa dilakukan sedikit lebih cepat atau setelah 60 hingga 75 hari setelah donor terakhir kali dilakukan, seiring kemajuan teknologi peralatan medis. Bahkan donor darah juga bisa dilakukan 2 minggu sekali yang disebut dengan Donor Apheresis dengan komponen darah yang diambil hanya komponen darah yang diperlukan seperti platelet atau trombosit. Adapun komponen darah lainnya dikembalikan ke tubuh pendonor saat itu juga.

Saat membicarakan mengenai donor darah dan urgensinya kita hanya akan dihadapkan pada manfaat-manfaat yang ada baik bagi tubuh kita dan bagi kemanusiaan. Tidak ada dampak negatif apabila kita mendonorkan darah. Setiap darah yang kita donorkan dapat menyelamatkan satu hingga tiga nyawa. Dan manfaat bagi kesehatan adalah darah kotor yang diambil akan digantikan dengan darah yang baru sehingga berdampak positif untuk tubuh.

Selain itu akan ada kepuasan yang dirasakan secara psikologis karena dapat menyalurkan rasa simpati dan empati kepada yang membutuhkan pertolongan. Juga akan ada penghargaan bagi pendonor darah dari presiden yang sudah mendonorkan darah sebanyak 100 kali yaitu diberikan Pin Emas atau Satya Lencana Kebaktian Sosial. Bagi yang sudah melakukan donor darah sebanyak 150 kali akan ada hadiah umrah atau wisata religi.

Jadi, tunggu apa lagi?

Tulisan di atas merupakan hasil diskusi dari salah satu Program Sinergi Muda, Cluster Kesehatan dan Kesejahteraan.