Tentang

Setiap orang perlu peduli pada berbagai isu sosial yang selama ini terjadi. Kepedulian seseorang pada suatu isu sosial akan mengantarkan pada perhatian, dan dalam gerakan yang besar akan mampu menciptakan perubahan dan perbaikan pada isu-isu sosial tersebut. Menurut wikipedia, isu sosial berkaitan erat dengan struktur masyarakat, seperti persoalan kemiskinan, penindasan hak asasi manusia ataupun perang.

Aspirasi masyarakat yang selama ini banyak disalurkan melalui media cetak dan eletronik, seperti rubrik opini di surat kabar dan dialog gubernur di televisi terlihat terlalu formal dan kaku serta telah dianggap oleh banyak masyarakat sebagai fenomena biasa. Apabila dibuat suatu perbandingan, sebagian besar masyarakat Indonesia lebih tertarik pada hal lain yang bersifat tidak formal dan kaku.

Selain itu, untuk peduli terhadap isu sosial yang terjadi, bukan hanya tanggungjawab mereka yang memiliki intelektual lebih yang mampu memahami dan mungkin tetap tertarik dengan aspirasi yang bersifat formal. Namun sejatinya, penyebaran isu sosial diharapkan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menyebarkan kepedulian terhadap isu-isu sosial dengan cara yang menarik, salah satunya adalah melalui seni, seperti seni gerak, seni gambar dan seni suara.

Dan seorang seniman memiliki perannya untuk peduli dan membantu menyebarkan isu sosial melalui kritik sosial yang dituangkan dalam karyanya. Seberapa dekatkah seorang seniman dan karya seninya terhadap isu-isu sosial yang terjadi? Apakah isu sosial yang ada dalam karya seni benar-benar mencerminkan sebuah kritik sosial yang mewakili sebagian besar masyarakat atau hanya subjektifitas para seniman? Apakah mereka yang tidak memiliki “jiwa” seni dapat menuangkan kepedulian terhadap isu sosial melalui suatu karya seni? Mari berdiskusi di Ngobrolin Ide Volume 6: Art & Social Issues!