Daripada sibuk mencari bocoran jawaban beberapa jam sebelum Ujian Nasional (UN) berlangsung, lebih baik mempersiapkan hal-hal berikut ini:

Jadwal belajar

Kedisiplinan dan jadwal yang teratur akan lebih membantu kita untuk mengatur semua kegiatan sehari-hari. Bagilah waktu kita untuk belajar, mengerjakan soal, bermain, juga beristirahat. Pastikan jadwal tersebut seimbang dan sesuai dengan kapasitas kita. Jangan terlalu memaksakan atau memforsir diri kita untuk terus-terusan belajar. Ingat, UN bukan “gong” lulus tidaknya kita dari sekolah. Perjuangan kita selama tiga tahun ini juga sangat menentukan, lho!

Bank soal

Dari tahun ke tahun, jenis-jenis soal yang diujiankan tidak akan jauh berbeda. Oleh karena itu, pelajarilah gaya soal-soal dari tahun lalu dan cari tahu juga prediksi jenis soal yang akan diujiankan tahun ini. Nah, belilah buku-buku soal bila perlu. Pinjam bank soal dari kakak kelas juga boleh.

Memang, terkadang kita merasa bosan mengerjakan soal-soal terus-menerus. Entah saat Try Out di sekolah, saat sedang belajar kelompok, maupun saat belajar sendiri.

Namun, ambilah hal tersebut sebagai sesuatu yang bisa menguntungkan kita. Anggap saja ini adalah kesempatan besar untuk bisa lebih memahami soal-soal yang akan dikerjakan nanti. Dengan begitu, kita tidak perlu membuang-buang waktu untuk mempelajari materi yang tidak diperlukan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) juga sudah menyiapkan kisi-kisi soal UN, Lho… Cek di sini.

Kesehatan

Siapapun tahu, kesehatan itu penting dan mahal harganya. Dengan tubuh yang sehat, kita juga bisa belajar atau mengerjakan soal-soal dengan lebih nyaman. Jangan lupa, perbanyaklah minum air putih dan makanlah makanan sehat. Konsumsilah vitamin untuk menjaga daya tahan tubuhmu dan banyak-banyaklah beristirahat. Satu lagi, kurangilah begadang dan jangan lupa makan.

Mental

Mental adalah salah satu kunci utama yang perlu kita persiapkan matang-matang. Jangan hanya karena merasa kita tidak pandai di satu pelajaran tertentu, rasa percaya diri kita malah luruh. Jangan hanya karena teman sekelas lebih jago dari kita, kita jadi jiper menghadapi UN.

Kembali ke diri kita sendiri. Apa sih, tujuan kita beLajar mati-matian untuk bisa berhasil di UN kali ini? Untuk menantang diri? Supaya bisa lulus sekolah? Untuk membuktikan bahwa kita bisa dan mampu? Atau untuk membanggakan orangtua kita?

Jadikanlah hal tersebut sebagai motivasi untuk bisa menghadapi UN. Percaya deh, kesuksesan hanya tinggal sejengkal saja.

Pacar

Abaikan poin berikut ini apabila waktu bersama pacar justru hanya membuang-buang waktu kita untuk melakukan hal yang kurang bermanfaat. Misal, kongkow sampai larut malam. Padahal, waktu yang dimiliki hingga UN tiba tidaklah banyak dan kita bisa mengisi kegiatan kongkow tersebut dengan belajar.

Namun kebaliknya, jika pacar membuat kita lebih termotivasi untuk bisa berhasil di UN, berarti kita memang membutuhkan dia. Sebagai contoh, kita dan pacar suka belajar kelompok sepulang sekolah dan sama-sama saling membantu apabila ada kesulitan. Pacar juga sering mengingatkan kita untuk banyak istirahat dan tak lupa untuk makan.

Kata maaf

Supaya hati kita bisa terasa lebih plong, tak ada salahnya kita minta maaf kepada guru, teman-teman, pacar, juga orangtua. Lepaskan beban yang ada di pundak kita, jangan sampai kita merasa masih ada beban dengan orang-orang yang kita kenal. Jangan lupa, minta doa restu mereka untuk menjalani UN tahun ini.

Doa

Hal terakhir yang wajib dilakukan, berdoa. Ya, hanya kita yang tahu seberapa keras kita berjuang untuk mendapatkan hasil yang terbaik, maka serahkanlah seluruh usaha dan perjuangan kita pada Yang di Atas. Kalau kita sudah memberikan yang semaksimal mungkin, lengkapilah usaha tersebut dengan doa sebagai permohonan dan wujud syukur.