“Terpujilah wahai engkau ibu-bapak guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku.”

Betapa besar jasa yang diberikan para guru kepada para anak didiknya. Beragam ilmu diberikannya, tapi bukan imbalan yang diharapkannya.

Lantas, bagaimana rasanya jadi guru, sang “pahlawan tanpa tanda jasa”? Berikut ini adalah 5 komunitas yang bisa diikuti bila ingin menjadi pengajar muda. Siapa tahu, kita bisa ikut mencerahkan negeri kita menjadi lebih baik lagi.

Indonesia Mengajar

Kurangnya jumlah guru Sekolah Dasar di daerah-daerah terpencil menjadi salah satu alasan pembuatan program Indonesia Mengajar ini. Para relawan nantinya akan dididik secara intensif guna memenuhi kapasitas sebagai guru dan pemimpin selama satu tahun di daerah-daerah di Indonesia.

Save Street Child

Jika kita peduli dengan masa depan anak jalanan, kita bisa menjadi tenaga pengajar di komunitas ini. Save Street Child mengelola kelas-kelas gratis di mana tim pengajarnya sudah dibekali pelatihan sederhana perihal karakteristik anak didik, juga cara pengajaran berprinsip pertemanan.

Komunitas Jendela

Meningkatkan minat baca anak-anak menjadi fokus utama komunitas ini. Aktivitas yang mereka lakukan adalah mengajar anak-anak membaca, menulis, berhitung, juga memperkenalkan buku pada anak-anak tersebut.

Skholatanpabatas

Komunitas ini juga bergerak di bidang pendidikan. Disebut tanpa batas karena komunitas ini merasa siapapun berhak mendapatkan pendidikan yang layak, tanpa memandang suku, agama, gender, tempat tinggal, status sosial, dan sebagainya.

Salah satu program yang dijalankan komunitas ini adalah English Day atau English Weekend di mana para pengajar mengenalkan bahasa Inggris pada peserta didik.

1000 Guru

Asyiknya bisa jalan-jalan ke pelosok nusantara sambil berbagi ilmu pengetahuan kepada anak-anak di pedalaman. Uniknya, kita tidak hanya bisa menjadi guru, bahkan kita bisa menjadi murid. Kita bisa belajar soal kearifan lokal suatu tempat yang dikunjungi, lho!