Generasi milenial pada tahun ini diprediksi akan mendominasi dunia kerja. Hal itu karena memang di Indonesia, khususnya di Jakarta, tengah mengalami pertumbuhan pesat anak mudanya. Tapi, saat sudah mulai memiliki pekerjaan dan penghasilan, milenial sering kebablasan soal keuangan.

Berikut ini yang perlu diperhatikan dan baiknya dilakukan bagi kalian yang tergolong pekerja milenial:

Perencanaan keuangan

Menurut sebuah laporan jajak pendapat melalui aplikasi Acorns, hampir setengah generasi milenial menghamburkan uangnya untuk ngopi.

Berdasarkan survei itu, yang menjadi keutamaan adalah bagaimana mengatur keuangan, baik yang masuk atau keluar. Karena, mengatur keuangan itu bukan seberapa besar pemasukan, tetapi bagaimana mengatur pemasukan kamu.

Menabung

Memiliki penghasilan, berapa pun besarnya, lebih baik kamu sisihkan paling tidak sepuluh persen tiap bulannya. Mengapa demikian?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan World Bank, harga properti di Indonesia saat ini lebih ‘akrab’ untuk penduduk dengan penghasilan Rp 12 juta ke atas.

Asuransi

Selain dua hal tadi, permasalahan satu ini, milenial belum mengerti betul perlunya untuk asuransi. Karena, kebanyakan, asuransi baru dirasakan di masa-masa mendatang.

Kartu kredit

Kami sangat menyarankan sebisa mungkin kalian untuk tidak menggunakan kartu kredit, kecuali kamu benar-benar terpaksa harus menggunakannya. Itu pun, kamu harus betul-betul tahu lebih dulu untung ruginya.

Olahraga

Perusahaan konsultan Human Resource asal Amerika, ManpowerGroup, pernah melakukan riset mendalam. Riset tersebut menggunakan metode kuantitatif dan dilakukan di 25 negara dengan melibatkan 19.000 milenial (berusia 20 hingga 34 tahun). Hasilnya, dari sisi jam kerja, 73 persen milenial bekerja 40 jam seminggu –seperempatnya bekerja lebih dari 50 jam seminggu.

Meski begitu, kamu para milenial terkadang lupa untuk berolahraga. Padahal, itu amat sangat dianjurkan guna menjaga tubuh kamu tetap fit.