Menonton film adalah kegiatan yang bagus, bukan hanya sebatas apresiasi, melainkan bisa membawa inspirasi, informasi, dan bahkan prespektif baru dalam kehidupan. Hollywood menjadi pusat industri perfilman dunia, beberapa orang mengatakan film mainstream, tapi apalah arti mainstream ketika kita  memang mengidolakan film-film produksi setempat.

Di penghujung 2016, Hollywood tetap mengeluarkan film-film kelas wahid dengan baik sinematografi maupun editing. Studio besar seperti Disney, Fox,dan Paramount tetap mendominasi. Untuk itu di daftar ini, saya memilih 5 film Hollywood yang memberikan dampak cukup besar terhadap budaya populer di kalangan sosial.

Moonlight

Sebuah film yang bercerita soal perjalanan seorang guna mendapatkan jati diri dan koneksi sosial. Film ini memuat 3 babak hidup Chiron dari perjalan semasa kecil, remaja, hingga dewasa, di mana dia merasakan banyak kesukaran yang harus dillewati supaya tetap mendapatkan tempat yang tepat di dunia ini.

Dikemas dengan menimbulkan perasaan begitu kuat, film ini mengingatkan saya dengan film Precious, dan Boyhood yang sama-sama memasuki nominasi Oscar. Berbeda dengan Boyhood yang menggambarkan fase tentang kehidupan, Moonlight justru memberikan sajian berupa transformasi namun tetap pada momen yang sama dalam menggambarkan betapa krusialnya hidup seseorang. Film ini refleksi diri dari kehidupan yang rumit, penataan sinematografinya cukup cantik untuk film yang sengaja dibuat untuk kesan yang kuat.

Deadpool

Siapa bilang film bertemakan superhero hanya digemari anak “ABG” atau para pengemar komik? Film yang diangkat dari tokoh komik anti-hero terbitan Marvel studio tahun ini meraup keuntungan Box Office sebesar  760,3 juta USD di awal tahun 2016.

Film garapan komik studio Marvel ini masuk ke dalam X-Men Cimatic Universe yang dengan kata lain Deadpool tidak akan bergabung dengan Avanger karena kontrak lisensi Deadpool dipegang oleh 20th Century Fox Studio.

Memang film ini cukup berbeda dari film-film superhero lainnya, selain predikat anti-hero yang merupakan bentuk abu-abu dari superhero dan bad guy-nya, Deadpool justru menghadirkan sinematografi yang dinilai cukup unik, mengingat film darkcomedy bertemakan superhero sudah pernah dibuat Kick-Ass series yang bedanya tidak memasukkan unsur superpower melainkan hanya memainkan aksi bela diri saja.

Dalam penayanganya Film Deadpool hanya di khususkan untuk penonton dewasa. Adegan seperti tangan melayang, leher patah, tubuh bersimbah darah ketika tertembak, membuat nuansa realis yang tak pernah terduga sebelumnya dan di situ letak kewajiban anak muda untuk menonton film ini, walau segmentasi film ini rated R dan beberapa trailer-nya pun red band. Harap Anda cukup tau aturan dalam menonton film ini.

Sekadar catatan, penggolongan film R berarti kekerasan dan bahasa yang kasar, konten seksual dan ketelanjangan grafis. Kekerasan: kekerasan eksplisit, dengan detail yang realistis, darah dan kerusakan jaringan.

La La Land

Penikmat film drama musikal agaknya punya stereotip sebagai seorang yang sensitif, dan sedikit kuno. Bahkan segelintir orang cenderung lebih menikmati sebuah pentas ketimbang film, pula mengingat film musikal yang terkenal agaknya sudah sangat tua dan cukup sulit. Sebut saja Sounds Of Music, Mary Poppins, dan My Fair Lady yang terkenal di tahun 60-an.

Agaknya saya akan menulis sedikit panjang, karena film ini mematahakan stigma tersebut dan bahkan menjadi Oscar bait yang setidaknya diprediksi akan menempati 6 nominasi, dan menjadi film yang ditunggu sebagai penutup manis di tahun 2016, La La Land.

Bercerita tentang Pianis Jazz dan dan aktris pendatang baru di Los Angeles yang gelisah dengan pekerjaannya lantaran keduanya harus tetap menjaga hubungan percintaannya di tengah awal mula kariernya. Dalam film tersebut, alunan musik jazz nan seksi kerap hadir dan membawa kita untuk merasakan peak notes. Dengan arahan sutradara Damien Chazelle yang terkenal juga menghadirkan gaya drama musik kasual yang dipercantik dengan tone warna dan permainan kamera yang ajaib, saya rasa tidak akan menjadi kuno untuk menonton film ini, melainkan film yang akan memesonakan Anda

Zootopia

Saya rindu akan film animasi Disney yang dapat memukau semua kalangan, saya mengakui beberapa film animasi Disney seperti Frozen, Inside Out, Big Heo Six, dan yang terbaru Moana tampaknya tidak memberikan gairah untuk kami yang sudah beranjak dewasa dan memang besar oleh animasi Disney. Gaya cerita dengan alur yang hampir dapat ditebak memang sudah bukan lagi yang dicari, melainkan penyegaran terhadap kepenatan sehari-hari yang lantas membuat saya menonton film animasi Disney.

Zootopia adalah film animasi bagus yang perlu ditonton, tidak ada kekecewaan untuk menonton nya sampai habis. Zootopia menceritakan sebuah dunia fabel dengan tokoh utama kelinci wong deso yang bernama Judy yang bercita-cita menjadi polisi di Ibu Kota, dengan dibantu sidekick nya Nick si rubah yang berkarakter bak casanova mereka berdua berupaya untuk membongkar sebuah sindikat jaringan yang berencana menyebarkan wadah penyakit pada penduduk Zootopia.

Apa yang membuat film ini cukup berhasil untuk ditonton dari ragam kalangan? Stereotip, hal ini yang diangkat karena ketika manusia menonton manusia ia tidak dapat diibaratkan karena wujudnya tetap sama, akan tetapi ketika disandingkan dengan stereotip dari tiap karakter binatang hal ini akan menyadarkan kita bahwa  “ini” terjadi pada keseharian kita baik dari percakapan, candaan, hingga saat beradu debat. Bukan hanya stereotip sosial, dunia Zootopia seakan-akan menjadi cerminan bumi dengan benua-benuanya, bahwa hal ini menjadi parodi terhadap dunia kita seadanya, di sana serunya dan ini merupakan film keluarga terbaik yang dapat disaksikan di tahun  2016..

Arrival

Kecakapan dalam teknologi pembuatan film sudah sangat mumpuni, tahun 2016 baik perangkat berat dan lunak sudah sangat canggih dan bahkan teknologi tersebut sudah dijual secara pasaran, dan banyak pula institusi yang mengajarkan proses editing dan manipulasi visual. Di era yang sudah memasuki zaman teknologi ini Maka dari itu tak lengkap rasanya jika film sciene fiction tak menjadi top contender di daftar ini.

Ialah Arrival film besutan sutradara Dennis Villeneuve yang juga menyutradari Sicario ini kerap kali mengangkat tema pasukan atau tentara. Arrival sendiri menceritakan 12 Undefined Flying Object (UFO) yang muncul ke bumi dan tersebar di seluruh dunia, ketika itu terjadi seorang professor bidang linguistik, Louise Banks, diberi tugas unuk menerjemahkan bahasa penumpang UFO tersebut.

Beberapa adegan memperlihatkan betapa besarnya langit dan ceilling pesawat teramat tinggi membuat takjub mata yang menonton film ini. Bumbu action juga hadir di film ini, tapi bagaimana karakter Louise yang diperankan oleh Amy Addams

Inilah yang membuat semakin intens nya film ini. Depresi yang dibangun dalam melindungi dunia sangat menarik, walau tema dan tone warna yang dipakai juga sudah sering hadir di setiap film bertemakan sci-fi namun film tanpa jumping scene maupun ketidaklogisan itulah  yang membuat Anda harus menonton film ini.

maka dari itu inilah  beberapa film Hollywood 2016 yang memuaskan. Tidak ada kekecewaan atau “yah kok gini filmnya?” karena beberapa di antaranya ialah Oscar bait untuk Oscar 2017 dan sampai jumpa pula di daftar film tahun 2017.