Belakangan kabar-kabar miring pemberitaan atau biasa disebut dengan berita hoax mulai marak. Bahkan cenderung meresahkan. Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, seperti dikutip dari Katadata, menyatakan saat ini ada 20 situs berita hoax yang masih berkeliaran.

Berita hoax itu biasanya memberikan judul yang boombastis, memancing orang untuk membukanya. Namun, saat dibaca beritanya tidak ada kaitannya sama sekali dengan judul berita yang boombastis tersebut.

Isu yang dimainkan pun beragam, mulai dari politik hingga agama, tak jarang juga kepentingan tertentu. Tujuannya tak lebih untuk meraup keuntungan si pembuat. Karena semakin banyak dibaca, semakin banyak pula penghasilan yang didapat. Situs postmetro.co misalnya, mengakui dalam sebulan dapat meraih keuntungan Rp 25-Rp 30 juta.

Berhamburannya berita di lini masa terkadang memang membuat kita bingung untuk menentukan berita mana yang benar atau hoax. Atau justru, di antara kita, sudah pernah terlanjur membagikan berita hoax di lini masa?

Jangan khawatir, IndonesianYouth.org punya solusinya saat berita hoax sudah terlanjur disebar. Berikut 3 hal yang perlu dilakukan saat terlanjur sebar berita hoax:

Jangan dihapus

Kok jangan dihapus? Menghapus berita hoax yang sudah terlanjur tersebar kurang begitu berguna. Sebab, nasi sudah menjadi bubur. Jalan lainnya adalah untuk memberikan klarifikasi bahwa berita yang disebar tersebut adalah hoax.

Meminta maaf

Bila terlanjur sudah menyebarkan berita hoax secara tak sengaja ada baiknya meminta maaf. Setelah itu coba cari informasi yang sebenarnya di sumber-sumber informasi yang kredibel dan kemudian bagikan.

Turn Back Hoax

Aplikasi Turn Back Hoax bisa menjadi acuan untuk memastikan kembali apakah berita yang dibaca atau terlanjur disebar hoax atau tidak. Aplikasi ini bisa diakses melalui data.turnbackhoax.id

Beritahu yang lain

Di lini masa segalanya bisa tersebar dengan sangat cepat. Bila unggahan Anda yang terlanjur tersebar dan ternyata hoax, segera beritahukan yang membagikan unggahan itu. Sebab, sekarang saat ini orang yang membagikan atau menyambung sebaran juga termasuk kategori bersalah.

Enggak mau kan kalau gara-gara sekali klik tombol share semua jadi runyam?