Amerika Serikat memiliki tiga presiden yang zodiaknya adalah Gemini, yakni John F. Kennedy, George Herbert Walker Bush, serta Donald Trump yang saat ini sedang menjabat. Sama halnya dengan Indonesia. Dari tujuh Presiden Indonesia, tiga di antaranya memiliki zodiak Gemini, yakni Soekarno, Soeharto, dan dan yang terakhir Joko Widodo.

Hmm… sepertinya menarik ya, bila kita mengulik lebih dalam soal kepribadian orang-orang berzodiak Gemini. Ditambah, ada 4 alasan kenapa zodiak Gemini cocok jadi presiden.

Suka bersosialisasi

Orang berzodiak Gemini rupanya senang berbaur dengan siapa saja. Mereka bisa berinteraksi dengan baik, senang mengobrol, pengertian, dan selalu mencari orang-orang yang bisa diajak untuk berkomunikasi. Gemini sealu berusaha untuk mengerti apa yang dibicarakan oleh lawan bicaranya. Jika tidak, mereka akan kehilangan antusiasme dalam percakapan tersebut.

Pekerja keras

Sebenarnya, pekerjaan yang cocok dengan Gemini adalah yang berhubungan dengan kemampuan intelektual. Mereka cerdas, mampu bekerja di lingkungan yang dinamis, dan senang bersosialisasi dengan siapa saja.

Pekerjaan yang menuntut mereka untuk bisa berbicara dengan bebas adalah pilihan yang paling tepat. Gemini juga mampu melakukan banyak pekerjaan sekaligus, mampu memecahkan masalah, punya ide-ide baru, dan tidak menyukai rutinitas yang itu-itu saja.

Mandiri dan setia

Mereka yang berzodiak Gemini adalah mereka yang setia. Mereka punya komitmen tinggi dalam satu hal. Namun memang, terkadang mereka bisa menjadi begitu pemilih dalam memberikan tanggung jawab atau kepercayaan.

Gemini juga merupakan orang yang cenderung mandiri. Mereka punya pemikiran sendiri atas jalan hidup mereka dan tak ingin tinggal dalam baying-bayang orang lain. Gemini juga menyukai kebebasan.

Jujur

Karena Gemini senang sekali berbaur dan berkomunikasi dengan orang lain, hal itu membuat mereka bisa bersosialisasi dengan lebih baik. Sampai-sampai, kalau mereka punya opini, mereka tak segan untuk mengutarakannya dengan jujur dan secara langsung.

Mereka akan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran mereka, meski apa yang mereka omongkan tak selamanya bagus.