Hari Pahlawan pada dasarnya memang tidak melulu kita mesti memperbincangkan pahlawan yang melawan penjajah dalam memperingati Hari Pahlawan. Karena di sekeliling kita pun banyak pahlawan sebetulnya: pahlawan untuk keluarga, orang lain, lingkungan, atau bahkan pahlawan untuk diri sendiri.

Pemerintah punya cara lain dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Pada momentum ini, pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada KH.R. As’ad Syamsul Arifin (tokoh Nahdatul Ulama), dan anugerah Bintang Mahaputera Utama kepada Mayjen TNI (Purn) Andi Mattalatta, dan Letkol inf. (Anumerta) Mohammad Sroedji. Nama-nama yang barangkali cukup asing di telinga dan di buku pelajaran sekolah.

KH R. As’ad Syamsul Arifin, adalah seorang tokoh NU. Beliau menjabat terakhir sebagai Dewan Penasihat. Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah ini juga merupakan tokoh penggerak rakyat dan santri, khususnya di Jawa Timur, saat pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Sementara itu, Mayjen TNI (Purn) Andi Mattalatta adalah seorang tokoh penting dalam penumpasan gerakan Republik Maluku Selatan (RMS). Selain itu, pria yang tanah kelahirannya sama dengan ‘Ayam Jantan dari Timur’ ini adalah seorang yang berjasa juga di bidang olahraga.

Lelaki yang pernah menulis buku Meniti Siri dan Harga Diri ini juga turut andil besar dalam penyelenggaraan PON IV pada 1957 di Makassar. Stadion Mattoangin berdiri karena gagasannya. Sekarang stadion tersebut berganti nama menjadi Stadion Andi Mattalatta.

Satu nama lagi adalah Letkol inf. (Anumerta) Mohammad Sroedji. Begitu dicintai masyarakat Jember. Namanya diabadikan di wilayah Patrang dan dijadikan pula nama sebuah universitas swasta di Jember. Ketika terjadi pemberontakan PKI di Madiun 1948, beliau diangkat sebagai Staf Gabungan Angkatan Perang yang bertugas menumpas PKI di daerah Blitar sampai tuntas.

Sroedji juga pernah mengikuti Pendidikan Perwira Tentara PETA angkatan I di Bogor. Setelah itu beliau ditugaskan sebagai komandan kompi untuk Karesidenan Besuki –Batalyon 1 Kencong– Jember.

Ya, ketiga nama tadi adalah pahlawan yang baru disematkan sebagai pahlawan nasional pada tahun ini. Masih banyak pahlawan-pahlawan lain yang mungkin tak terdeteksi identitasnya, tapi tetap ikut serta menjaga kesatuan bangsa.

Mari kita doakan dan ikut memperjuangkan agar pengorbanan mereka tak sia-sia. Termasuk para pahlawan yang ada di hidupmu.

Selamat Memperingati Hari Pahlawan!