Memang, banyak yang mengatakan bahwa masa-masa SMA adalah momen paling menyenangkan sewaktu mengenyam pendidikan. Namun, kalau sudah menjalani masa perkuliahan di perguruan tinggi, kita juga bakal merasa bahwa hal-hal mengasyikkan juga terjadi di sini.

Sayangnya, bagi kita yang baru mau masuk kuliah sering salah menilai tentang 3 hal ini. Hmm… apa saja ya?

Kejar IPK setinggi mungkin

IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) dalam perkuliahan memang penting, karena hal itu menjdi standar yang perlu dicapai mahasiswa bila ingin lulus kuliah nanti. Para perusahaan pun juga menerapkan IPK minimal yang menjadi batasan apakak kita bisa melamar pekerjaan di suatu tempat.

Namun, mestinya kita enggak cuma mengejar IPK saja. Kita juga perlu lho, meningkatkan kemampuan dalam diri kita dengan menambah kualifikasi dalam diri atau mengikuti sertifikasi tertentu. Dengan begitu, kita jadi punya modal dan investasi lain selain IPK.

Kuliah sama seperti SMA

Biggest no! Kuliah itu beda banget sama pas zaman kita SMA. Mulai dari teman-temannya, waktu belajarnya, sistem pendidikannya, dosennya, ataupun kegiatan lain di luar itu. Sebagai contoh, ketika SMA mungkin kita bisa mengikuti jadwal pelajaran yang padat dari pagi sampai sore, dari Senin sampai Jumat. Nah, saat kuliah, bisa aja kita dapat jadwal kuliah siang atau hanya masuk pada hari-hari tertentu perkuliahan aja.

Karenanya, kita harus bisa membiasakan diri dan beradaptasi dengan lingkungan dan sistem baru.

Kuliah itu santai, jadi bisa sering-sering nongkrong

Eits, kata siapa? Kuliah itu enggak selamanya santai. Kadang kala, kita bakal disibukkan sama tugas ini dan itu, kuliah pengganti, atau kegiatan lainnya di luar jam pelajaran.

But, you have your own choice to manage your time. Nongkrong sepulang kuliah itu asyik dan seru, kok. Malahan, kita disarankan untuk melakukannya. Apalagi kita bisa melepas penat setelah berjam-jam disodori materi oleh para dosen.

Tapi alangkah lebih baiknya kalau kita nongkrong bermanfaat, nih. Maksudnya, bukan cuma sekadar nongkrong di kantin buang-buang waktu karena malas pulang ke rumah. Biasanya, usai jam kuliah, para mahasiswa bisa ngerjain tugas kelompok bareng, rapat organisasi, ikut UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), dan sebagainya.

Menyibukkan diri dengan hal-hal bermanfaat seperti ini sangat membantu kita untuk mendukung soft skill kita, lho. Kita juga bisa memperluas jaringan kita sehingga teman kita ya bukan dia lagi, dia lagi. Kita bisa memperoleh teman dari fakultas atau dari angkatan lain. Seru, kan?