Media sosial kini tengah ramai oleh isu-isu Pilkada yang dihiasi berbagai polemik. Jika ingin beristirahat sebentar dari keriuhannya, penuhilah otak kita dengan konten-konten hiburan yang lebih segar. Melihat komentar kocak para netizen, contohnya. Ada apa saja?

1. Komentar enggak nyambung

Salah satu media remaja memublikasikan sebuah artikel berjudul “Ini Dia Mainan-mainan Populer Selama 100 Tahun Terakhir! Tau Nama-namanya Nggak?”. Beragam pendapat pun dilontarkan oleh netizen di kolom komentar. Bila diperhatikan, ada salah satu komentar yang enggak nyambung. Ini contohnya.

2. Menambahkan tulisan di artikel

Masih dari artikel yang sama. Komentar ini biasanya muncul pada artikel yang memuat list hal-hal tertentu. Netizen biasanya akan menambahkan poin-poin penting yang mereka anggap bisa masuk ke dalam artikel yang mereka komentari. Contohnya, seperti di bawah ini.

3. Curhat

Mencurahkan unek-unek dan perasaan kita di media sosial memang enggak ada salahnya. Namun, seenggaknya kita harus tahu tempat dan tujuannya supaya enggak asal komentar saja.

4. Membuktikan kalau judul salah

Ada sebuah artikel berjudul “Kamu Hebat Kalau Bisa Tahan Ketawa Lihat 30 Cosplay Super Kreatif Ini!”. Lalu, setelah membaca artikelnya, rupanya banyak netizen yang enggak ketawa. Enggak heran kalau artikel ini diserbu komentar seperti di bawah ini.

5. “Sepi”

Biasanya, netizen memang lebih suka membaca artikel dengan judul menggoda. Artikel tersebut biasanya berisi sesuatu yang unik, beda dari yang lain, dan berfungsi sebagai hiburan. Nah, ketika disuguhkan artikel bermanfaat, artikel tersebut malah jarang disukai atau dikomentari. Sekalinya ada yang berkomentar, netizen ini malah sedikit protes karena artikel bermanfaat yang dibacanya malah sepi peminat.

6. Tim sayang kuota

Komentar ini akan sering kita lihat pada artikel yang banyak memuat video. Seperti yang kita tahu, video akan memakan banyak kuota sehingga para pengguna lebih memilih untuk enggak menonton video yang disajikan dalam suatu artikel daripada kuota mereka cepat habis.

7. Typo

Saking pengin buru-buru kasih komentar, hati-hati typo, tuh! Tadinya, pengin bilang kuota, malah jadi kouta.

8. “Apa cuma gue…”

Yang satu ini juga sering sekali muncul, biasanya ketika ada judul yang membuat penasaran atau foto yang memancing rasa ingin tahu. Lalu, ketika artikel tersebut dibuka dan enggak sesuai ekspektasi netizen, muncullah komentar seperti ini.

9. Mengomentari komentar lainnya

Selain mengomentari isi artikel, terkadang netizen juga mengomentari komentar lainnya. Seperti ini bunyinya.

10. “Hanya ujian”

Tak dimungkiri, komentar jenis ini juga sering ditemui. Komentar jenis ini biasanya enggak nyambung dengan isi artikel yang bersangkutan. Siapa tahu, pengguna hanya ingin mencari perhatian dari netizen lain. Duh!

Nah, lucu-lucuan di media online memang enggak dilarang. Asal, apapun komentar yang kita tulis, sebaiknya enggak mengandung SARA, menghina, merugikan, atau menjelek-jelekkan pihak lain. Ingat, kita berada dalam naungan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) di mana media online tetap memiliki aturannya sendiri. Enggak mau ‘kan, terjerat pasal UU ITE hanya karena memberi komentar yang enggak semestinya?